Lombok Post
Metropolis

Peserta GFNY Tersihir Panorama Lombok

NIKMATI KEINDAHAN LOMBOK: Peserta Grand Fondo New York kelas 180 kilometer melintas di depan Bundaran Giri Menang Square, Lombok Barat, kemarin(2/10).

MATARAM-Panorama alam Lombok memang masih asri. Keindahan yang dimiliki pulau seluas 4.725 kilometer persegi ini, menjadi modal bagus untuk pengembangan sport tourism dunia.

Buktinya, seluruh peserta Event Grand Fondo New Yok (GFNY) seperti tersihir dengan pesona alam di a�?Pulau Seribu Masjida�? ini. Baik itu peserta lokal, maupun mancanegara.

Ketua panitia GFNY Tene Permatasari A�menjelaskan, event berskala internasional yang digelar kemarin itu, diikuti 32 negara. a�?Total pesertanya 1.020 orang. Mereka sangat bersemangat,a�? jelasnya.

Sebelumnya, GFNY pernah digelar di beberapa negara. Seperti Kolombia, Francis, Italia, Australia dan beberapa negara lainnya. a�?Untuk GFNY di Lombok ini baru pertama kali diadakan di Asia,a�? ungkapnya.

Tene mengaku, menjadikan Lombok agar terpilih menjadi salah satu rute GFNY tidaklah mudah. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Diantaranya, panorama alam yang indah, jalan mulus, jauh dari keramaian, dan beberapa persyaratan lain. Dengan mengajukan persyaratan tersebut, pihak GFNY merespon dengan baik. Dan, Lombok pun akhirnya terpilih. a�?Hasilnya juga tidak mengecewakan mereka,a�? ungkapnya.

Para peserta terkesima dengan panorama alam Lombok. Sesekali mereka berdiam untuk beristirahat dan mengabadikan momen indah itu bersama peserta lain. a�?Ini bukti bahwa Lombok ini mampu menarik wisatawan,a�? ucapnya.

Tene menuturkan, beberapa peserta dari mancanegera sempat curhat. Mereka merasa sangat puas dengan keindahan alam Lombok. a�?Mereka menyanjung-nyanjung alam Lombok,a�? ungkapnya.

Dikatakan, beberapa peserta juga mengungkapkan mereka ingin kembali datang ke Lombok. Mereka berencana akan mengajak keluarga untuk berlibur. a�?Inilah kelebihan Lombok. Kita harus manfaatkan momen itu,a�? ungkapnya.

Menurutnya, dari Kementerian Pariwisata Malaysia juga datang ke Lombok. Mereka bertemu langsung dengan CEO GFNY. a�?Mereka (Kementerian Pariwisata Malaysia) meminta GFNY untuk diadakan di Malaysia,a�? terang Tene.

GFNY di Lombok ini termasuk dalam rangkaian seri dunia. Dimana, puncak dari event ini akan digelar di New York, Amerika Serikat, 21 Mei 2017 mendatang.

Pada rute GFNY Lombok, ada dua rute pilihan. Pertama rute 80 kilometer dan kedua rute 180 kilometer. a�?Rute itu kita sajikan sama. Namun, ada yang lebih jauh,a�? ungkapnya.

Untuk rute 80 kilometer, peserta melewati jalan Senggigi-Ampenan- Jalan Energi-Arya Banjar Getas-Bundaran Jempong-perempatan Sweta-Perempatan Rembiga-Pusuk-Pemenang-Malimbu dan kembali lagi ke Senggigi.

Sementara rute 180 kilometer, rutenya sama. Hanya terpisah di bundaran Jempong, Mataram ke arah Bundaran Patung Sapi Gerung- Sekotong-Teluk Sepi-Bunmas-Batu Jangkih-Jalur BIL-Dasan Cermen-Rembiga-Pusuk dan kembali lagi ke Senggigi.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata NTB M Faozal mengatakan, momen GFNY ini dapat dijadikan sebagai ajang promosi wisata daerah. Terlebih lagi tema yang diusung, yakni Exotic Lombok Island.

a�?Mudahan saja peserta bisa menceritakan kepada keluarganya, rekan, dan mengupload melalui media sosial tentang keindahan Lombok yang sebenarnya,a�? harap Faozal.

Faozal mengaku pernah berbicara dengan Ceo GFNY dari Amerika. Rencananya, dua tahun mendatang, Lombok akan ditunjuk lagi menjadi tuan rumah. a�?Rencananya akan diadakan lagi 2018 mendatang,a�? tutur mantan Kabag Humas Pemprov NTB ini.

Kedepan lanjut Faozal, pihaknya akan mengembangkan sport tourism untuk menarik wisatawan dari mancanegara. Agar NTB ini bisa dikenal luas oleh dunia melalui panorama alamnya. a�?Kita usahakan. Itu akan kita programkan,a�? pungkasnya. (arl/r5)

Berita Lainnya

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost