Lombok Post
Giri Menang

Bupati Tunggu Laporan Kabag Hukum

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid

GIRI MENANGA�– Bupati Lombok Barat (Lobar) H Fauzan Khalid belum menyikapi putusan Pengadilan Negeri Mataram menyangkut gugatan lahan SMPN 2 Gunung Sari. Kepada wartawan, Fauzan menjelaskan pihaknya akan mempelajari isi putusan PN Mataram tersebut.

“Kalau ada alasan kuat, kemungkinan banding,” kata Bupati Fauzan, kemarin (3/10).

Dikatakan, Pemda Lobar tetap dapat menguasai lokasi tanah tersebut jika dilakukan banding. Artinya, status tanah tersebut dinilai tidak dalam posisi status quo. “Siapa bilang status quo, tetap yang menguasai pemda,” tegas dia.

Senada dengan Bupati Fauzan, Sekda Lobar HM Taufiq menjelaskan pihaknya masih menunggu laporan Kabag Hukum. Dengan begitu, akan dicarikan solusi terbaik setelah mengetahui langsung keputusan PN Mataram tersebut.

Pihaknya juga memberikan sinyal untuk membayar lahan seluas satu hektare itu. Hanya saja, tetap menunggu laporan dari Kabag Hukum Pemkab Lobar.

“Bukan masalah bayar cas atau nyicil. Akan kita carikan solusi terbaik. Kayak daerah nggak punya uang saja,” ungkap Taufiq.

Sebelumnya, I Gusti Bagus Hari Sudana yang merupakan ahli waris dari I Gusti Made Mudja Kaot berharap Pemkab Lombok Barat menjalankan putusan PN Mataram. Lagipula, PN Mataram memenangkan pihak penggugat dengan mengeluarkan putusannya pada Rabu, (28/9).

Meski mengabulkan gugatan ahli waris sebagian, namun menurut Hari Sudana, itu merupakan Ia��tikad baiknya sebagai pemilik lahan. a�?Lahan itu merupakan lokasi sekolah, sehingga tentu kami menginginkan win win solutions saja. Tentu dengan berbagai pertimbangan, salah satunya menyangkut pendidikan,a�? ujar Hari Sudana.

Dikatakan, pemerintah Lobar sudah 25 tahun menguasai lahan tersebutA� sebagai sekolah SMPN 2 Gunung Sari. Padahal, pihaknya tidak pernah merasa menjual atau menghibahkan lahan tersebut. Lagipula, ada tiga objek tanah di lokasi tersebut yang dimiliki I Gusti Made Mudja Kaot.

Tanah itu dibeli dari seorang bernama I Made Raras. Selanjutnya, Pemkab Lobar melalui Camat Narmada saat itu menggunakan lahan sebagai sekolah SMP. Namun, hingga kini pihaknya tidak pernah memperoleh apapun dari Pemkab Lobar.

a�?Tidak ada bukti yang menyatakan tanah itu disewa, apalagi jual beli. Wajar dong sebagai pemilik lahan kami menuntut, syukur-syukur kalau itu dibayar,a�? tandas dia.

Sebelum mengajukan gugatan, pihaknya beberapa kali melakukan pendekatan dengan Pemkab Lobar. Terlebih, sudah beberapa kali melakukan mediasi untuk mencari jalan keluar dari persoalan tersebut.

Saat gugatan pertama, terjadi NO lantaran yang digugat sebatas diarahkan kepada Bupati Lobar saat itu. Namun, pada gugatan kedua, pihaknya menggugat sejumlah pihak, baik itu Bupati, Dikbud, pihak aset, dan BPKAD. Termasuk camat dan kepala sekolah.

Hasilnya, penggugat dimenangkan sehingga menungguA� waktu 14 hari apakah pemda A�banding atau tidak.

Gus Ari menyarankan, Pemkab Lobar lebih melihat kepentingan lebih besar kedepannya. Terlebih itu menyangkut dunia pendidikan. Menurut dia, banyak pihak yang akan dirugikan baik wali murid, murid SMPN 2 Gunung Sari, termasuk para guru dan wali murid.

“Ya jangan sampai salah langkah. Silahkan ambil keputusan terbaik untuk kepentingan masyarakat,a�? tegas dia.

Dia berharap, Pemkab Lobar membayar lahan tersebut dengan cara dicicil. Dengan begitu, tidak ada persoalan dikemudian hari. Lagipula, lokasinya sangat strategis sebagai lokasi pendidikan. Dia yakin pemkab Lobar di bawah kepemimpinan H Fauzan Khalid lebih bijak dalam mengambil kebijakan. (tan/r5)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost