Lombok Post
Metropolis

Jangan Main Kayu kalau Tidak Sekeras Kayu

Kapolda NTB BRIGJEN Pol Umar Septono

MATARAM – Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono akan menindak tegas oknum polisi bila terlibat dalam kasus pembalakan liar. Tidak hanya akan diberikan sanksi indisipliner, tetapi juga akan diproses secara hukum. Sebab perbuatan itu merupakan tindak pidana. a�?Jangan main kayu kalau tidak sekeras kayu,a�? tegas Umar kepada bawahannya, kemarin (3/10).

Menurutnya, siapa saja yang terlibat dalam pembalakan liar akan diberikan hukuman sesuai peraturan perundang-undangan. Ia sendiri sudah memeriksa beberapa orang anggota yang diduga terlibat. Hal ini bertujuan agar mereka tidak melakukan perbuatan itu lagi.

Umar menjelaskan, tindakan tegas dalam hal ini bukan berarti menembak mereka dengan senjata api, tetapi tegas memberikan sanksi.

a�?Ndaklah (penembakan) tapi tindakan tegas ya, di dalamnya kalau ada yang melawan baru penembakan,a�? katanya.

Menurutnya, masalah illegal loging harus ditangani secara menyeluruh melibatkan semua pihak. Tidak bisa terpisah-pisah atau sektoral. Sebab pembalakan liar ini ada kaitannya dengan pengeluaran izin, pengawasan izin, kemudian untuk saksi ahli pihaknya harus ke Denpasar Bali dulu baru penunjukan saksi ahli. Sehingga semua itu membutuhkan proses.

Menurutnya, dalam penelusuran pembalakan liar cukup berat dilakukan. Aparat harus mengecek sumber kayu tersebut dari hutan mana diambil. Jika kayu sudah dipecah-pecah, maka akan sangat sulit mengetahui asalnya.A� a�?Paling berat itu,a�? katanya.

Selain melakukan pendekatan hukum, ia berharap kedepan masalah perizinan juga perlu ditertibkan. Dikaji kembali mana perusahaan yang dibiarkan beroperasi dan mana yang perlu ditinjau kembali. Sehingga ke depan lebih tertib. Pasalnya, dalam aturan dipermudah, cukup dengan keterangan dari desa sudah bisa. Hanya saja yang jadi masalah ketika perusahaan tersebut menebang dari hutan lain yang tidak sesuai izin. a�?Itu jadi masalah, lacak balaknya yang susah,a�? katanya. (ili/r7)

 

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost