Lombok Post
Headline Sportivo

Ketua KONI Mulai Diserang

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB Abdul Hadi

MATARAM – Target 15 emas (Libas) di PON XIX/2016 Jawa Barat (Jabar) tidak terpenuhi. NTB hanya mengumpulkan 11 medali emas, 10 perak, dan 18 perunggu.

Atas kegagalan meraih Libas, Ketua KONI NTB Andy Hadianto mulai diserang. Karena sebelumnya, Andy pernah berjanji akan mundur jika tidak bisa membawa pulang 15 medali emas.

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB Abdul Hadi mendesak Direktur PT Daerah Maju Bersaing (DMB) itu untuk komitmen dengan janjinya.

a�?Andy harus bersikap gentleman dong,a�? kata Hadi, yang juga Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini di ruang kerjanya, kemarin (3/10).

Hadi mengaku tidak pernah mendengar secara langsung pernyataan mundur dari Andy. Ia mengetahui dari media.

a�?Saya baca di media massa ungkapannya seperti itu (siap mundur jika gagal Libas, red),a�? sebutnya.

Jika memang seperti itu, kata dia, Andy harus legowo melepas jabatan tersebut. Ia juga mempersilahkan Andy menyerahkan tongkat kepemimpinan KONI kepada oang yang dianggap mampu, agar olahraga NTB bisa lebih maju.

a�?Harus sportiflah. Silahkan serahkan kepada orang yang memiliki kapabilitas,a�? desaknya.

Jika Andy mundur, ia menyerankan kepada pengurus KONI supaya memilih orang yang berkompeten di bidang olahraga.

a�?Jangan ditutup-tutupi, siapa yang akan menggantikan Andy nanti,a�? tegasnya.

Hadi meminta Andy fokus dengan satu jabatan saja agar konsentrasinya tidak terpecah.

a�?Sekarang kan dia juga menjabat sebagai Direktur PT DMB,a�? ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi NTB H MNS Kasdiono terkesan membela Andy. Mantan Ketua KONI NTB ini meminta Andy tidak mundur dari kursi kepemimpinan KONI.

Mundurnya Andy, kata dia, sama saja dengan menghancurkan olahraga NTB. Karena, saat ini belum ada orang punya jiwa kepemimpinan seperti Andy.

a�?Kepemimpinan Andy patut diapresiasi,a�? sanjungnya.

Politisi Partai Demokrat mengetahui betul kepemimpinan Andy. Semasih ia menjabat sebagai ketua KONI, Andy selalu mendampinginya. Sehingga kontingen NTB dalam beberapa dekade bisa sukses.

a�?Coba lihat dari PON XVII Palembang, PON XVIII Riau hingga sekarang peningkatan medali cukup signifikan,a�? ungkapnya.

Kesuksesan yang diraih NTB saat ini merupakan bentuk jerih payah Andy. a�?Saat saya memimpin (KONI), dia yang menjadi pendamping saya. Jadi, saya tahu persis karakternya,a�? jelasnya.

Kasdiono menegaskan, kegagalan target pada PON Jabar itu bukan kehendak pribadi Andy. Melainkan, kehendak yang Maha Kuasa.

a�?Kita sudah persiapkan diri selama 2 tahun 9 bulan. Itu bukan waktu yang sedikit. Dan hasil inilah yang terbaik,a�? ungkapnya.

Untuk itu, Kasdiono menyarankan Andy untuk tidak mundur. Karena, masih banyak lagi event yang lebih besar menanti untuk membawa nama daerah.

a�?PON Remaja tinggal sebentar lagi. Kita harus fokus untuk itu,a�? ungkapnya.

Sementara itu, evaluasi terhadap KONI tetap dilaksanakan agar kekurangan di PON kemarin bisa diperbaiki.

a�?Kegagalan hari ini kita jadikan pelajaran saja,a�? ungkapnya.

Terpisah, Ketua KONI NTB Andy Hadianto menegaskan, dirinya belum memikirkan untuk mundur. Karena hasil PON Jabar masih dievaluasi.

a�?Jika memang saya mundur, harus melalui prosedur,a�? ungkapnya.

Ia menegaskan, akan bertanggungjawab atas hasil PON Jabar. a�?Kita ini laki-laki. Ya harus gentlemen,a�? tegasnya. (arl/r10)

Berita Lainnya

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Baru Satu Kabupaten Ajukan UMK

Redaksi LombokPost