Lombok Post
Selong

PDAM Bantah Proyek Maringkik, Mangkrak

Direktur Bidang Umum PDAM Lotim, Rusdi

SELONGA�– Tudingan anggota DPRD Provinsi yang mengatakan sejumlah proyek Pemprov mangkrak dinilai PDAM Lombok Timur (Lotim) tak berdasar. Pasalnya, dalam salah satu proyek yang dinilai mangkrak tersebut, terdapat proyek penyediaan air bersih di Pulau Maringkik Lotim. Proyek yang menelan anggaran Rp 2,2 miliar ini di bawah pengeloalaan PDAM Lotim. Untuk itu mereka menegaskan proyek tersebut tidak mangkrak dan berjalan dengan baik.

a�?Itu bisa dicek sendiri. Warga Maringkik sudah bisa menikmati air bersih dari air sumur bor yang kami alirkan lewat pipa bawah laut. Kami terus terang keberatan kalau itu dibilang mangkrak,a�? ujar Direktur Bidang Umum PDAM Lotim, Rusdi kepada Lombok Post, kemarin (4/10).

Menurutnya, pernyataan Sekretaris Komisi IV DPRD NTB, Nurdin Ranggabarani tidak bisa dipertanggung jawabkan. Karena tidak melaihat langsung bagaimana kondisi air bersih yang sudah dinikmati warga Lotim di Pulau Maringkik.

a�?Itu proyek tahun 2015 dibawah pengawalan PDAM Lotim selaku pengeloalanya. Kami bangun sumur bor di wilayah rempung kemudian airnya kami salurkan lewat pipa bawah tanah, sampai sekarang itu masih digunakan,a�? sesalnya.

Pihak PDAM Lotim dikatakannya siap mendampingi dewan atau pihak yang ingin mengecek langsung kondisi proyek air bersih di Pulau Maringkik tersebut. Begitu juga dari pemeriksaan yang telah dilakukan Dinas PU NTB terkait keberadaan proyek tersebut.

a�?Dinas PU NTB sudah mengecek langsung dan mendapatai semua berjalan dengan baik. Dinas PU sangat memperhatikan kebutuhan air bersih di Lotim. Tahun 2016 ini akan disempurnakan oleh PU Provinsi dari Kedome ke Telong Elong. Jadi Tidak Mangkrak itu!a�? tegasnya.

Sebelumya, Nurdin A�menyinggung sejumlah proyek Pemerintah Provinsi yang mangkrak dengan nilai fantastis. Termasuk diantaranya proyek penyediaan sarana air bersih di Gili Maringkik. Pembangunan yang dikerjakan PT Verbeck Mega Perkasa dengan nilai kontrak Rp 2,5 miliar lebih itu dinilai belum memberikan manfaat apapun kepada masyarakat. Kondisinya saat ini rusak dan terbengkalai.

a�?Karena dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan,a�? kata dia.

Komisi IV meminta agar pemerintah tidak membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Bangunan yang sudah ada harus segera difungsikan agar dana puluhan miliar yang sudah dihabiskan tidak sia-sia. a�?Fungsikan dulu,a�? tegasnya.

Kalaupun untuk memfungsikan proyek itu butuh dana tambahan, maka bisa diusulkan ke dewan. Berapapun yang dibutuhkan akan disetujui asal ada jaminan fasilitas yang sudah dibangun tersebut beroperasi. Tapi kalau tidak ada jaminan seperti itu dewan tidak mau lagi menganggarkannya.

a�?Proses hukum saja orang-orang ini, bisa dibawa ke meja hukum,a�? tegas Nurdin.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur NTB HM Amin mengatakan, terhadap proyek-proyek yang mangkrak tersebut Pemprov NTB akan berupaya untuk mengoperasikannya. Masukan dewan tersebut akan ditindaklanjuti, sebab pemerintah juga tidak ingin ada proyek yang gagal. a�?Semua akan kita tindaklajuti supaya hidup,a�? kata wagub A�Amin. (ton/r2)

Berita Lainnya

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost