Lombok Post
Praya

Sengketa Pilkades Laporkan ke Tim Sembilan

BERJALAN DAMAI: Suasana pemungutan suara Pilkades Serentak di Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.

PRAYA – Tim sembilan yang menangani persoalan Pilkades di Lombok Tengah (Loteng) angkat bicara, menyangkut polemik hasil pesta demokrasi di Desa Puyung, Jonggat. Mereka menyarankan, para calon dan warga yang merasa tidak puas, agar menempuh jalur sengketa Pilkades.

a�?Bila perlu, kalau ditemukan pelanggaran hukum, maka laporkan saja ke kepolisian. Jangan demonstrasi,a�? saran Ketua tim sembilan Suhaimi, kemarin (4/10).

Ada dua mekanisme yang diatur dalam sengketa Pilkades, kata Suhaimi yaitu, melaporkannya ke tim sembilan atau ke aparat hukum.

Di tangan tim sembilan, sengketa yang dimaksud akan dikaji, diteliti hingga dikroscek kebenarannya di lapangan. Jika dianggap melanggar, maka tim sembilan akan mengeluarkan rekomendasi.

Keputusan tim sembilan, tekannya bersifat mengikat. Dalam Perda 1 Tahun 2016, tim sembilan seperti mahkamah konstitusi (MK) dalam Pilkada.

a�?Sehingga, siapa pun yang merasa tidak puas, silahkan lapor ke kami,a�? serunya.Kendati demikian, kata Suhaimi ampai saat ini, tidak ada satu pun desa yang melayangkan laporan yang dimaksud.

Padahal, dimana-mana sengketa Pilkades mencuat. Sebut saja, terjadi di Desa Loangmaka Janapria dan terakhir, di Desa Puyung.

a�?Sekali lagi, dari pada capek-capek berdemonstrasi, kenapa tidak mengikuti prosedur aturan,a�? tekan anggota Komisi I DPRD Loteng tersebut.

Di dalam tubuh tim sembilan, bebernya terdapat unsur Pemkab, dalam hal ini Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD), kejaksaan, kepolisian, pengadilan dan unsur SKPD lainnya. Sehingga, pihaknya menjamin tidak ada permainan dan keberpihakan.

Khusus menyangkut persoalan sengketa Pilkades di Desa Puyung, tambah Suhaimi tim sembilan menilai bukan pada sengketa prosedur, melainkan sengketa hasil.

Jika sengketa yang dimaksud, tidak begitu signifikan merubah keputusan hasil, maka sebaiknya tidak perlu diperpanjang lagi. Begitu pula sebaliknya.

a�?Kami tidak ingin, hanya sebatas merasa-rasa saja. Kami ingin, sengketa itu dibarengi dengan data dan fakta. Itu yang penting,a�? kata politisi PDI Perjuangan itu.

Sebaliknya, kata Suhaimi jika ditemukan pelanggaran hukum, maka bisa dilaporkan ke kepolisian. Di tangan mereka, kasus yang dimaksud bisa dikoordinasikan dengan tim sembilan. Bisa juga mereka turun sendiri.

a�?Kami memang akan melapor temuan kami ini ke tim sembilan dan kepolisian. Tapi, kami ingin menggeret BPMD terlebih dahulu,a�? kata calon kades yang kalah di Desa Puyung Hermanto, terpisah.

BPMD sebagai panitia daerah, menurut Hermanto menjadi satu-satunya a�?biangkeroka�? carut marutnya Pilkades di Desa Puyung

a�?Seluruh kejanggalan dan temuan itu sedang kami kumpulkan. Kami pastinya akan menempuh jalur sengketa Pilkades. Tunggu saja,a�? tambahnya.(dss/r2)

Berita Lainnya

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Hujan Datang, Longsor Mengancam

Redaksi LombokPost

Anggaran Tidak Terduga Tetap Tersedia

Redaksi LombokPost

PAD Bocor, Pemkab Libatkan BPK

Redaksi LombokPost

Jangan Jadi TKI Turun Temurun

Redaksi LombokPost

Hujan Mulai Minta Korban

Redaksi LombokPost

TNI Marathon Dongkrak Pariwisata Loteng

Redaksi LombokPost