Lombok Post
Kriminal

Solar Disita, Warga Gili Gede Protes

PROTES: Puluhan warga Gili Gede mendatangi markas Ditpolair Polda NTB di Lembar, Lobar, kemarin (4/10). Kedatangan mereka berkaitan dengan penyitaan solar yang dilakukan Ditpolair Polda NTB, belum lama ini.

MATARAMA�– Penyitaan A�sekitar 625 liter solar bersubsidi oleh Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda NTB A�mengundang protes. Sebabnya, solar tersebut diklaim untuk kebutuhan A�nelayan di Gili Gede, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar).

Atas pengamanan ratusan liter solar tersebut puluhan warga Gili Gede mendatangi markas Ditpolair di Lembar. Mereka menuntut agar solar tersebut bisa dikembalikan kepada nelayan yang membutuhkan.

Menanggapi hal itu, Dirpolair Polda NTB Kombes Pol Edwin Rachmat Adikusumo mengatakan, klaim bahwa solar tersebut untuk kebutuhan nelayan, sepenuhnya tidak benar. Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan jajarannya, kebutuhan nelayan untuk melaut menggunakan bahan bakar premium.

a�?Sedangkan yang kita tangkap ini kan solar, kira-kira nyambung atau tidak. Ini yang menjadi tanda tanya kita,a�? kata Edwin.

Lebih lanjut, Edwin menjelaskan, solar yang diamankan jajarannya sesungguhnya bukan untuk keperluan nelayan. Melainkan, untuk genset yang berada di Gili Gede.

a�?Genset ini kan yang dipakai untuk listrik hotel dan vila yang ada di Gili Gede, padahal ini solar bersubsi bukan untuk kebutuhan industri,a�? terang dia.

Selain itu, aksi demo masyarakat Gili Gede pun dipertanyakan Edwin. Pasalnya, pengamanan solar tersebut terjadi delapan hari lalu, tepatnya di Senin (26/9). Bila benar solar yang diamankan merupakan kebutuhan nelayan, sehari setelah penangkapan seharusnya masyarakat bisa langsung protes.

a�?Ini sudah seminggu lebih, baru kemudian ramai,a�? kata Edwin.

Edwin mengungkapkan, apa yang dilakukan masyarakat Gili Gede merupakan dampak dari ketidakberpihakan pemerintahan daerah (Pemda). Seharusnya, pemda bisa mengupayakan ketersedian bahan bakar, di tengah kondisi masyarakat yang kekurangan bahan bakar.

a�?Kita akan undang musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika), sebab terkesan ada pembiaran, kenapa tidak pernah berbuat. Padahal kalau tidak sanggup, kan bisa melapor kepada kepala daerah,a�? pungkas perwira tiga mawar ini.(dit/r2)

Berita Lainnya

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost

Absen Kerja, Sukatra Ditemukan Tak Bernyawa

Redaksi LombokPost

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost

Rekanan Kembalikan Kerugian Negara

Redaksi LombokPost

Saksi Beberkan Percakapan Muhir

Redaksi LombokPost

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost