Lombok Post
Selong

KONI Lotim Kecewa Dengan Hasil PON

Ketua KONI Lotim H Haerul Warisin

SELONGA�– Hasil yang kurang maksimal pada perhelatan PON XIX Jawa Barat lalu membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Timur (Lotim)A� melakukan evaluasi. Meski merasa kecewa dengan hasil ini, Ketua KONI Lotim H Haerul Warisin mengaku hasil ini akan menjadi pembelajaran untuk pembinaan yang lebih baik ke depan. Sementara target NTB yang tidak terealisasi meraih 15 medali emas dinilai Wairisin karena kurang koordinasi KONI NTB dengan KONI kabupaten kota.

“Kalau kita tentu kecewa karena ada beberapa peluang yang harusnya dapat emas kita gagal. Mulai dari panjat tebing dan tarung derajat saya pikir itu harusnya dapat emas. Sayang saya melihat sendiri itu meleset dari sasaran,” kata dia.

Dari enam atlet Lotim yang berlaga di PON XIX Jabar, atlet Lotim hanya mampu menyumbang satu medali perak dan satu medali perunggu. Medali perak diraih oleh Rina Selfiana tarung derajat (boxer), sedangkan perunggu diraih Endang Agus Astriana atlet atletik nomor 4 x 100 meter.

KONI Lotim sebenarnya mengirimkan enam atlet dari cabang olahraga yang berbeda. Mereka adalah atlet panjat tebing atas nama Joni Kasria, atlet cabang tenis meja, Reza Amanda Amalia, atletik Endang Agus Astriana, tarung derajat (boxer), Rina Selfiana, olahraga senam, Juliana Istari Rahayu dan cabang olahraga dansa, Pandi.

“Meski demikian bupati tetap meminta saya untuk memberikan apresiasi tinggi pada atlet. Yang dapat perunggu kami berikan bonus Rp 10 juta sedangkan peraih medali perak Rp 30 juta,” jelas Warisin yang juga menjabat Waki Bupati Lotim.

Dengan raihan yang kurang maksimal ini ke depan Ketua KONI berharap para atlet terus berlatih secara mandiri melatih kemampuan mereka. A�”Karena perhatian daerah ke olahraga saya rasa sudah sangat luar biasa. Setiap tahun kta dikasih anggaran untuk penyelenggaraan kompetisi dan pembinaan. Setelah berhasil juara atlet dapat bonus lagi. Ini harus bisa menjadi motivasi untuk terus giat berlatih,” pintanya.

Selain menyinggung hasil yang diraih atlet Lotim, Warisin juga memberikan tanggapan terhadap kegagalan KONI NTB meraih target 15 medali emas. Ia mengungkapkan koordinasi KONI Provinsi dengan KONI Kabupaten Kota masih belum maksimal.

“Kalau memang mereka ingin mengharumkan Provinsi, saya pikir koordinasi itu harus lebih sering lagi,” ungkap Wabup.

Karena, selama ini pembinaan di KONI NTB dinilai terkesan jalan sendiri. Tidak pernah melibatkan KONI Kabupaten-Kota untuk bersama-sama berupaya mewujudkan 15 target medali emas. Untuk itu ke depan, kegagalan total KONI NTB di ajang PON XIX harus menjadi bahan evaluasi. (ton/r2)

Berita Lainnya

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Banyak Formasi CPNS Tak Terisi

Redaksi LombokPost

Tua, Tapi Semangat Tetap Muda

Redaksi LombokPost

Empat Langkah Menangkal Hoax

Redaksi LombokPost

Sekda Lotim Lantik 81 PNS

Redaksi LombokPost

Ribuan Pelamar CPNS Berguguran

Redaksi LombokPost