Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

OJK Dukung Konversi Bank NTB

Kepala Departeman Perbankan Syariah OJK Achmad Soekro

MATARAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung rencana Pemprov NTB mengkonversi Bank NTB menjadi bank syariah. Karena saat ini total aset bank syariah di Indonesia sudah mencapai Rp 326 triliun. Sementara pertumbuhan perbankan syariah sudah mencapai 5 persen.

a�?Diharapkan kondisi ini akan terus meningkat,a�? kata Kepala Departeman Perbankan Syariah OJK Achmad Soekro usai bertemu dengan Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi, kemarin (5/10).

Mengenai proses konversi, hal itu sudah diatur dalam Peraturan OJK yang menjelaskan proses perubahan bank konvensional menjadi syariah. Perizinannya sendiri akan dikeluarkan OJK melalui Departemen Perbankan Syariah OJK.

Menurutnya, rencana konversi Bank NTB merupakan sesuatu yang sangat positif bagi perkembangan perbankan syariah ke depan. Hal ini juga sesuai dengan UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Tapi yang jelas, konversi harus memberikan manfaat yang besar bagi pertumbuhan ekonomi.

Ia menyebutkan, ada beberapa tahap yang harus dilakukan dalam konversi. Di antaranya menyiapkan persyaratan sesuai ketentuan yang sudah diatur OJK, mulai dari persiapan legalitas, infrastruktur bank. Semua bank harus menyiapkan SDM yang kuat, menyiapkan sistem IT yang kuat, dan masyarakat harus mendukung untuk mendorong perbankan syariah di NTB.

Sementara itu, Direktur Bank NTB Komari Subakir mengatakan, konversi sedang berproses. Gubernur meminta, ketika dikonversi sudah dilakukan, kinerja Bank NTB harus tetap bagus. Salah satu catatannya adalah memperbaiki tata kelola. Semua tahapan dan syarat akan dipenuhi agar layak menjadi bank syariah. Untuk itu, pihaknya akan menggunakan jasa konsultan ahli, termasuk tenaga IT. Sehingga pada saatnya nanti bisa memenuhi semua persyaratan.

a�?Maka konversi nanti harus happy, dilaksanakan dengan baik dan bank tetap tumbuh,a�? ujarnya.

Ia mengatakan, proses ini membutuhkan waktu selama dua tahun, diperkirakan Bank NTB baru bisa konversi menjadi bank syariah pada Agustus 2018. Tapi pihaknya akan berikhtiar untuk memenuhi semua persyaratan tersebut. Terkait adanya perbedaan pandangan pemilik saham menurutnya hal biasa, dan ia mengklaim saat ini sudah tidak ada lagi perbedaan tersebut. (ili/r3)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost