Lombok Post
Headline Sportivo

Pemerintah Terkesan Cuekin Cabor Golf

MATARAM – Peminat olahraga golf terbilang menurun. Itu ditengarai minimnya turnamen, ditambah kurangnya perhatian dari pemerintah.

General Manager Lombok Golf Kosaido Sire Lombok Utara Supriadi Mawardi mengakui, golf memang sepi peminat. Namun ia tak pernah patah arang untuk merangkul beberapa golfer untuk tetap eksis bermain.

a�?Kita buat semacam komunitas agar olahraga golf ini bisa digemari lagi,a�? katanya, kemarin (5/10).

Untuk menggeliatkan kembali olahraga golf, ia bersama rekannya menggelar turnamen. Hanya saja, tanggapan pemerintah terhadap usaha merangkul peminat golf bisa dibilang nihil.

a�?Suport pemerintah sangat minim,a�? katanya.

Penyebab menurunnya minat pemain golf di NTB, kata dia, tidak terlepas dari miskinnya turnamen. Berbeda dengan daerah lain, olahraga golf itu mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Padahal, lanjut dia, golf ini bagian dari promosi wisata. Karena banyak wisatawan yang datang ke Lombok ini suka bermain golf.

a�?Peluang golf untuk menarik wisatawan sangat besar,a�? tegas dia.

a�?Saya berharap, pemerintah mendukung kami untuk menggalakkan kembali olahraga golf,a�? harapnya.

Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Yadi Usman mengaku, sudah menempuh berbagai cara untuk membangkitkan olahraga golf. Tapi, belum ada hasil yang memuaskan.

Sebelumnya, Yadi pernah menggandeng Dinas Pariwisata NTB untuk mengadakan open turnamen tingkat nasional. Sayang, dinas mengabaikan dan tidak merespon ajakan itu.

a�?Surat saya tidak ditanggapi,a�? bebernya.

Padahal, turnamen tersebut bisa menunjang program Dinas Pariwisata. Karena turnamen itu akan diikuti ratusan peserta dari luar daerah.

a�?Ini tidak jelinya pemerintah untuk menarik wisatawan,a�? ucapnya.

Minimnya turnamen golf di NTB ini bisa saja mematikan atlet. Karena, para atlet ini butuh turnamen untuk mengukur kemampuannya.

a�?Coba lihat di PON. Atlet kita mana bisa berbuat banyak,a�? ungkapnya.

Untuk itu, pemerintah diminta mendukung penuh olahraga golf. Agar olahraga yang membutuhkan biaya besar ini semakin diminati masyarakat.

Yadi mengungkapkan, olahraga golf di NTB pernah menggeliat pada saat Warsito menjabat sebagai Gubernur NTB. Seluruh dinas dan stakeholder dianjurkan untuk ikut bermain golf.

a�?Sampai supir kepala dinas ikut main golf,a�? kenangnya.

Menggeliatnya lagi olahraga golf ini tergantung pemerintah. a�?Coba dianjurkan seperti itu. Saya yakin golf NTB bisa bangkit,a�? pinta dia.

General Manager Garuda Indonesia Dasep Suanda mengungkapkan, untuk memajukan olahraga golf itu tidak terlepas dari peran pemerintah. Pemerintah dan PGI harus bersinergi untuk membangun golf ini kembali.

a�?Kita semua harus bersama memajukan golf ini,a�? kata pecinta golfer ini.

Olahraga golf ini bisa dijadikan sebagai Sport Tourisem. Artinya, olahraga yang dapat menarik wisatawan. Contohnya, lapangan golf Sire, Lombok Utara yang menyajikan pemandangan indah.

a�?Kita main di sana (Lapangan Golf Sire Lombok Utara) sekalian berlibur bersama keluarga,a�? ucapnya.

Jika turnamen berkelas diadakan di Lombok, ia yakin bisa menarik pecinta golf dari negara lain. Seperti Malaysia, Singapore, dan Thailand.

a�?Misalkan diadakan turnamen Gubernur Cup Golf International. Saya yakin pecinta golf dari negara lain akan datang ke Lombok,a�? sarannya. (arl/r10)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost