Lombok Post
Metropolis

Dipercaya Bikin Hoki dan Jadi Obat si Jomblo

boks
UNIK: Dani Isman menunjukkan buah pisang seribu unik miliknya yang buahnya hampir menyentuh tanah, beberapa waktu lalu.

Ini bukan pohon pisang biasa. Selain unik karena memiliki ratusan sisir, pohon pisang milik Dani Isman ini juga dipercaya bikin hoki dan menjadi obat mujarab bagi para jomblo. Kok bisa?

A�***

MemilikiA� panjang hampir dua meter. Ribuan buah pisang ini berjejer rapi, bergelantungan di tandannya. Bahkan hampir menyentuh tanah.

Ribuan buah pisang dalam satu tandan ini membuat tubuh pohon tak sanggup menahannya lagi. Agar tak roboh, Akhirnya, pohon pisang ini harus disanggah dengan bambu.

Orang-orang yang melihat fenomena ini menyebutnya dengan sebutan pisang seribu. A�Pisang ini akan terus berbuah sampai jantungnya habis,A� ujar Dani Isman, warga Sukarara, Lombok Tengah.

Dani, sang empu pisang unik ini mengatakan, bibit pohon pisang ini diambil di daerah pedalaman Sukarara. Pada saat itu ia tengah menghabiskan waktu senggang dengan berjalan-jalan mengitari daerah Sukarara.

a�?Tunas pisang ini diambil dari pedalaman, ini jenis-jenis pisang batu,” tuturnya.

Dani mengaku tidak menduga pisang batu yang dia tanam bisa menjadi salah satu pisang unik.A� Pasalnya, pisang tanamannya itu tumbuh dan berbuah hingga sepanjang dua meter.

Keunikan ini mulai diketahui Dani sejak pisang itu mulai berbuah. Dari hari ke hari, buah pisang bertambah begitu helai jantung pisang terlepas. Begitu juga tandannya. Semakin panjang.

Tubuh pohon semakin lama tak mampu menahan buah yang semakin bertambah. Ia pun akhirnya memasang sebatang bambu sebagai penyangga. A�Itu untuk menjaga pohon tidak patah,A� akunya.

Buah pohon pisang ini terus bertambah hingga hampir menyentuh tanah. A�Justru pohonnya duluan mati sebelum pisangnya habis berbuah,A� pungkasnya.

Tak hanya unik karena berbuah banyak. Pisang seribu juga memiliki keunikan lainnya. Buah pisang ini tidak matang secara bersamaan.

Untuk mencicipi rasa buahnya, sang pemilik akan memotong buah yang matang langsung dari sisir. Hal ini disebabkan buah yang saling menghimpit satu sama lain. A�Kalau satu sisir tidak bisa,A� imbuhnya.

Pisang ini cukup menghebohkan warga sekitar. Pasalnya, pohon pisang ini masih terbilang jarang. Banyak warga datang meminta anak pohon pisang tersebut untuk ditanam di rumahnya.

Hal ini juga menghebohkan warga daerah lainnya. Banyak warga desa lain yang datang melihat dan berselfie di pohon pisang tersebut.

Begitu juga wisatawan asing yang kebetulan melintas di depan rumah Dani. Mereka akan menghentikan kendaraan hanya sekedar untuk memotret buah pisang tersebut.

“Kami persilakan mereka dan siapapun yang ingin mencicipi buah yang matang dan menguning,” tutur dia.

Melihat keunikan buah yang sangat banyak dan tandan panjang, berbagai kepercayaan timbul. Banyak warga yang menyakini jika pohon pisang tersebut juga ajaib.

Warga menyakini, pisang seribu di percaya bisa bikin hoki. Hal ini berlaku bagi siapapun yang memakannya. Sementara bagi pasangan yang mengkonsumsi pisang ini, diyakini akan langgeng. Yang masih jomblo juga diyakini bisa segera mendapat pasangan seteah memakan buah pisang ini.

A�Itu kepercayaan warga yang beredar saat ini,A� sambung Dani

Terlepas dari itu semua, Dani sebenarnya tidak ingin mengkomersilkan pisang tersebut. Namun keunikan yang dimiliki malah mengundang perhatian warga dan orang lainnya. Ia menganggap hal ini merupakan berkah yang dapat menghibur warga dan siapapun yang melihatnya. (FERIAL AYU, Mataram/r5)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost