Lombok Post
Metropolis

Ini Gara-Gara BRT!

bak
MELANGGAR: Sejumlah siswa-siswi SMAN 2 Mataram yang menaiki mobil bak terbuka untuk barang di jalur protokol Jalan Pendidikan, kemarin(06/10).

MATARAM – Menyandang status ibu kota NTB, tak lantas menjadikan kesadaran warga Mataram akan aturan berlalu-lintas otomatis lebih baik. Penelusuran Lombok Post menunjukkan ragam jenis pelanggaran masih dilakukan. Bahkan oleh kalangan pelajar sekalipun.

Laiknya di daerah-daerah terpencil di pelosok kabupaten lain, kemarin sejumlah pelajar tertangkap kamera berdesakan di mobil bak terbuka. Mobil yang peruntukannya untuk barang itu kali ini mengangkut sekurangnya enam pelajar SMAN 2 Mataram di bagian belakang. Parahnya lagi, kendaran itu melaju di jalur protokol mulai dari Jalan Catur Warga, Jalan Pendidikan, dan Jalan Suprapto.

“Bahaya sekali anak-anak itu,a�? kata Fahmi, salah seorang pengendara mengomentari para pelajar yang tampak santai di mobil pengangkut barang tersebut.

Berkendara ketika belum memiliki SIM adalah jenis pelanggaran lain yang banyak terjadi di Mataram. Siswa-siswi SMP banyak melakukan hal tersebut. Mengakali aturan sekolah yang melarang membawa sepeda motor, mereka biasanya menitipkan kendaraannya tak jauh dari sekolah.

Mananggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi mengatakan mendorong adanya angkutan massal yang laik dan aman adalah satu-satunya solusi.

Dalam kasus Mataram, ia mengatakan Bus Rapid Transit (BRT) adalah solusinya. a�?Harus cepat dioperasikan itu bus. Kalau sudah beroperasi, mungkin tidak ada yang begini,a�? katanya mendesak sikap pemerintah.

Dengan keberadaan moda angkutan yang baik, ia mengatakan tak ada lagi alasan pelanggaran demi pelanggaran yang terus dilakukan kalangan pelajar. Selain untuk mencegah makin meluasnya pelanggaran, keberadaan alat transportasi yang memadai diharap bisa mencegah potensi kecelakaan yang cukup tinggi di daerah ini. a�?Kita bicara soal nyawa anak-anak kita,a�? katanya.

Kalaupun belum bisa dioperasikan penuh, ia menyarankan rute jalan-jalan protokol terlebih dulu dicoba. Sasarannya jelas mengakomodir anak sekolah juga masyarakat umum yang memang memerlukan angkutan umum. a�?Kasihan kalau bantuan terlalu lama didiamkan,a�? pungkasnya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost