Lombok Post
Metropolis

Keterbukaan Informasi Butuh Komitmen Pimpinan

KETERBUKAAN INFORMASI: Disaksikan Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi (tengah) dan para kepala daerah, Bupati Bima Indah Damayanti Putri (menunduk) menandatangani MoU dengan KI saat peluncuran DBIP, kemarin (6/10).

MATARAM – Untuk menciptakan keterbukaan informasi publik yang baik dibutuhkan komitmen yang kuat dari para pimpinan. Mulai dari pimpinan di desa, kabupatan hingga pemerintah provinsi. Hal itu dikatakan Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi dalam peluncuran Desa Benderang Informasi Publik (DBIP), kemarin (6/10). A�a�?Keterbukaan informasi publik ini harus dimulai dari komitmen pimpinan,a�? katanya.

Dijelaskan, jika bupati, camat hingga kepala desa masih suka menyembunyikan informasi pada publik, maka acara seminar apapun yang diselenggarakan tidak akan efektif. Sebab komitmen pemimpinlah yang menjadi kuncinya. Untuk itu ia berharap para pimpinan di NTB terbiasa membuka informasi yang dibutuhkan masyarakat. Semuanya harus dibuka kecuali yang dirahasiakan. Tentunya porsi yang dibuka harus lebih banyak dari yang disembunyikan.

a�?Kalau semua informasi dipegang sendiri oleh kepala desa maka akan menjadi beban, maka bagilah informasi itu,a�? katanya.

Acara pencanangan DBIP ini dihadiri 995 orang kepala desa dari seluruh NTB. Hadir juga sejumlah kepala daerah. Diantaranya, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, Bupati Sumbawa Husni Jibril, Bupati Bima Indah Damayanti Putri, Bupati KSB Musyafirin,A� Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Fathurrahman. Sementara Bupati Lombok Timur HM Ali BD tidak hadir dalam kesempatan itu.

Ketidakhadiran Ali sempat disinggung Gubernur. Menurutnya, dalam gerakan benderang informasi ini pemerintah butuh dukungan, dan dukungan itu bisa berupa dukungan moril dan materil. Kehadiran merupakan salah satu bentuk dukungan kepala daerah. a�?Walaupun beliau (Ali BD) tidak hadir, tapi insya Allah doanya hadir untuk kita,a�? kata Gubernur disambut tepuk tangan.

TGB mengatakan, untuk menciptakan desa benderang Informasi sangat mudah. Cukup para kepala desa membuat website dan memasang papan informasi bagi masyarakatnya. Sehingga segala kegiatan pembangunan dapat diketahui warga. Dengan demikian akan timbul rasa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. a�?Saya optimis karena komitmen dari para kepala desa sudah terwujud, dengan kehadiran di acara ini sudah merupakan sebuah komitmen,a�? katanya.

Ketua Komisi Informasi (KI) NTB Ajeng Rosalinda Motimori mengatakan, peluncuran DBIP ini bukan akhir dari perjuangan menciptakan keterbukaan informasi publik di Bumi Gora. Tapi menjadi gerakan awal untuk membudayakan keterbukaan dimulai dari pemerintah desa. Peluncuran DBIP merupakan yang pertama di Indonesia. Dia berharap program tersebut bisa semakin menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat pentingnya keterbukaan.

a�?Keterbukaan informasi dapat mendorong pembangunan lebih baik,a�? katanya.

Terlebih dengan adanya anggaran desa yang diberikan pusat. Kepala desa dapat menjalankan dengan terbuka pada masyarakat, sehingga warga tahu penggunaan anggaran. a�?Dengan lahirnya keterbukaanA� tersebut maka masyarakat akan percaya,a�? katanya.

Sementara itu, Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Suprayoga Hadi mengatakan, DBIP merupakan ikhtiar bersama untuk mewujudkan keterbukaan informasi. Keterbukaan informasi merupakan hak setiap warga untuk tahu.

Ia berharap dengan program ini pelayanan informasi semakin baik. a�?Azas keterbukaan merupakan hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang jujur dan benar terkait pengelolaan pemerintah desa,a�? katanya.

Untuk mewujudkan keterbukaan, kedepan juga akan dikembangkan desa online. Dari 75 ribu desa di Indonesia, 15.302 desa belum dijangkau sinyal seluler dan 10 ribu diantaranya berada di daerah tertinggal. Sehingga untuk mewujudkan desa online sangat cukup sulit. (ili/r7)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost