Lombok Post
Dialog Jum'at

Tahun Baru Islam

TGH Safwan Hakim

Assalaamua��alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah penguasa jagat raya ini, atas semua nikmat dan karunia-Nya, terutama sekali nikmat Iman dan Islam. Selawat dan salam kepada Rasulullah saw, juga kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau.

Pembaca Rahimakumullah

Memasuki tahun baru Hijriyah 1438 sejak Ahad yang lalu, berarti segala kehidupan dengan segala kegiatannya otomatis umurnya menjadi bertambah. Dalam situasi pertambahan tersebut, tidak sedikit mengarah kepada hal yang positif, bermanfaat dan menguntungkan. Baik yang bersifat duniawiyah maupun yang bernilai ukhrawiyah. Ada yang menggembirakan, membahagiakan, dan ada pula yang menyedihkan dan mengharukan.

Kita tentunya sangat bergembira mendengar berita berdirinya negara Palestina di Jalur Gaza. Sebagaimana juga kita sangat bersedih mendengar kabar (yang tidak sepenuhnya benar), seolah-olah pemerintah Arab Saudi telah menjadikan tahun Masehi sebagai standar perhitungan kalendernya dan meninggalkan kalender Hijriyah.

Sehingga hilanglah identitas umat yang telah ditetapkan oleh khalifah Umar bin Khattab, khalifah islam kedua sejak empat belas abad yang lalu. Dengan demikian, hilanglah tradisi dan identitas umat yang telah mengakar seribu tahun lebih itu. Demikian pula masih banyak lagi berita-berita yang memilukan kita, seperti masih banyaknya anak-anak pengungsi, para pengungsi yang tenggelam, peperangan di Suriah yang tidak kunjung usai, sampai pencemaran nama baik kiyai dan pesantren oleh orang-orang tertentu.

Namun di balik itu, ada pula hal-hal yang membahagiakan kita walaupun di tingkat yang kecil, seperti kebijakan Bupati KLU yang mewajibkan surat-menyurat resmi dengan menggunakan tahun Hijriyah selain tahun Masehi. Tentunya kita berharap kebijaksanaan seperti itu adapula di tingkat yang lebih tinggi dan lebih luas di Indonesia, atau dimana umat Islam itu mayoritas. Kebijaksanaan seperti itu bukanlah melanggar hak asasi orang lain, justru sebaliknya, itulah penegakan hak asasi yang sesungguhnya, sebagaimana banyak pihak diluar umat Islam yang menonjolkan tradisi dan budayanya.

Tidak sedikit umat Islam yang tidak kenal identitas keislamannya, karena mereka melebihkan budaya luar dari budaya islam dalam kesehariannya. Hal itu bukanlah kesalahan yang mempunyai budaya, tapi itu adalah kesalahan umat Islam sendiri yang mengedepankan budaya luar Islam. Berkaitan dengan ini, tentu menjadi pemikiran tokoh-tokoh Islam dan para ulama untuk lebih mengintensifkan pembinaan kepada umat Islam. Dengan mendidik dan membangun kepribadian mereka secara utuh, serta pemerataan informasi Islam kepada pemeluk-pemeluknya, dari tingkat pusat kota sampai ke pelosok yang jauh di pedusunan.

Tugas berat dan mulia ini tidak dapat dilakukan oleh orang perorang, tetapi insyaAllah akan dapat dilaksanakan dengan baik secara bersama-sama. Memperkokoh kerja sama seluruh elemen umat islam yang ada, dengan ditunjang dana yang cukup. Untuk itu, sebagaimana yang sering penulis sampaikan bahwa golongan-golongan yang ada dalam umat islam harus mengesampingkan perbedaan-perbedaan kecil yang ada, mengedepankan tujuan yang lebih besar, yaitu persatuan dan kesatuan umat. Umat Islam harus sadar sesadar-sadarnya untuk berinfaq secara teratur, melalui manejemen yang baik, menetapkan sasaran yang jitu, dan dilakukan secara terus-menerus tanpa henti atau istiqomah.

Pembaca Rahimakumullah

Apapun yang terjadi menimpa umat, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan, harus kita sikapi dengan positif thinking, yaitu dengan terus berbuat yang lebih baik tanpa henti. Karena dengan kebaikan yang terwujud dimana-mana, maka kejelekan akan menjadi tersingkir, dan akhirnya hilang sama sekali.

Mudah-mudahan hati kita selalu terinspirasi dengan kebaikan pada seluruh waktu dan tempat. Marilah kita berubah ke arah yang positif. Amin ya Rabbal Alamin. (r8)

Berita Lainnya

Nyantri di Ponpes

Redaksi Lombok Post

Selamat Anis-Sandi

Redaksi Lombok Post

Merasa Kurang

Redaksi Lombok post

Komitmen pada Diri Sendiri

Redaksi Lombok post

KH Hasyim Muzadi

Redaksi Lombok post

Pasca-Kunjungan Raja

Redaksi Lombok post

Menjaga Kesucian Alquran

Redaksi Lombok post

Kunjungan Raja Saudi

Redaksi Lombok post

Kriteria dan Hakikat Pemimpin dalam Islam

Redaksi Lombok post