Lombok Post
Metropolis

Usulkan Uang Deposit Sampah

Wisnu Wardhana

CLEAN up Rinjani diakui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB HL Mohammad Faozal adalah langkah jangka pendek untuk mengatasi sampah di Rinjani. Dalam jangka panjang, pihaknya kini mengusulkan pemberlakuan deposit sampah berupa uang tunai bagi para pendaki yang hendak ke Rinjani.

Deposit ini kata dia akan diberikan oleh para pendaki pada petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani berbarengan ketika mereka membayar karcis masuk yang akan menjadi penerimaan negara bukan pajak.

Besaran deposit akan berbeda bagi setiap pendaki, bergantung pada jumlah sampah potensial yang akan mereka bawa. Nantinya deposit uang tunai tersebut akan dikembalikan kepada para pendaki setelah mereka kembali dengan menunjukkan sampah yang mereka bawa turun.

Ketika ada sampah tak dibawa turun semuanya, maka sebagian deposit akan hangus. Sementara kalau tak ada sama sekali sampah yang di bawa turun, maka seluruh deposit itu hangus semuanya.

Nantinya, deposit hangus itulah yang akan dipakai oleh Balai TNGR untuk membiayai pengangkutan sampah di Rinjani. a�?Kita yakin pola ini efektif,a�? kata Faozal.

Pola ini juga untuk mengantisipasi para pendaki yang berniat mengelabui petugas. Misalnya mereka yang naik dari pintu pendakian Sembalun, lalu memilih turun melalui jalur pendakian yang lain untuk menghindari sistem pack in dan pack out yang sempat diberlakukan.

Namun, kata Faozal, sistem uang deposit ini belum akan bisa diberlakukan musim pendakian tahun ini. Hasil koordinasi dengan Balai TNGR, paling cepat pola ini baru akan bisa diterapkan pada musim pendakian 2017.

Sementara itu Ketua Dewan Pelaksana Harian Geopark Rinjani Misbahib Harahab kepada Lombok Post menambahkan, pihaknya juga menawarkan sejumlah solusi untuk mengatasi sampah Rinjani. Sistem deposit masuk dalam kajian mereka. Selain itu, mereka juga menawarkan sistem volunter (Ranger Rinjani), membentuk bank sampah, mengaplikasikan mesin pencacah sampah, hingga pemipaan mata air di Pelawangan Sembalun.

Tapi selama ini kata dia, hasil kajian yang dikeluarkan pihaknya hanya sedikit yang bisa dilaksakanan intansi terkait. a�?SekitarA� 20 persen yang bisa dilaksanakan, karena banyak kendala teknis,a�? katanya.

Diakuinya gerakan clean up hanya solusi jangka pendek. Terkait sukarelawan Rinjani, dia mengatakan, mereka nantinya akan bisa disebar di semua titik pintu masuk kawasan trekking Rinjani. Para sukarelawan ini kemudian diberikan pelatihan dan pembekalan agar mereka bisa menjaga kawasan Rinjani dengan baik. Dengan adanya tenaga sukarelawan ini, maka sampah-sampah yang dibawa para pendaki bisa dikendalikan.

a�?Mereka juga bisa membantu clean up dengan dana dari akumulasi deposit pengunjung yang hangus,a�? katanya.

Bank sampah juga perlu dibentuk agar bisa memberikan penghasilan tambahan kepada para porter dan keluarganya. Sekaligus menjadi pusat pengolahan sampah di Rinjani. Bank sampah ini kemudian akan dilengkapi dengan pola olah sampah tuntas memanfaatkan alat pencacah sampah. Sebab, bila sampah di bawa turun semata tanpa diolah, maka akan menimbulkan masalah baru.

Selain persoalan sampah, ia juga mengusulkan beberapa langkah untuk membuat kawasan tersebut tetap bersih. Misalnya dengan pemipaan mata air Pelawangan Sembalun. Dengan adanya pemipaan ini, maka pembangunan toilet bersih bisa dilakukan di sepanjang jalur trekking Sembalun dan Danau Segara Anak.

a�?Juga bertujuan mengurangi pengungjung membawa botol plastik karena ada sumber air minum di sepanjang jalur pendakian,a�? katanya.

Menurutnya, rencana-rencana tersebut belum bisa dioptimalkan. Sebab, banyak kendala yang dihadapi seperti pengecekan sampah tidak maksimal karena kurangnya personil TNGR. (kus/ili/r8)

Berita Lainnya

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost