Lombok Post
Metropolis

Ah, Beraninya Sama Tukang Pres Ban

teri
PELANGGARAN KELAS TERI: Dua personil Satpol memindah plang milik pedagang kecil yang dianggap melanggar ruang publik, kemarin. Sayangnya aksi tegas tersebut hingga kini tak kunjung dilakukan pada pelanggaran besar.

MATARAM – Pasukan Satpol PP Kota Mataram bertindak tegas pada sejumlah pelanggaran area publik, kemarin. Tak tanggung-tanggung, begitu menemukan pelanggaran di pinggir-pinggir jalan, tindakan tegas langsung diambil.

“Perintah atasan, begitu ada yang melanggar harus ditindak,a�? kata dua personil lapangan yang sibuk memindahkan papan bertuliskan a�?pres ban dalama�? di salah satu sudut Kecamatan Selaparang.

Amri, seorang pedagang kecil yang dipindah plang berjualannya tak bisa berbuat banyak. Dia mengaku tak paham aturan. Selama ini, ia juga mengatakan tak pernah mendapat teguran apapun. “Tiba-tiba datang, dibilang salah, terus dipindahkan, ya nurut saja,a�? katanya pasrah.

Apa yang dilakukan petugas memang patut mendapat apresiasi. Namun ketika hanya fokus pada pelanggaran remeh temeh dan melupakan pelanggaran besar yang nyata di depan mata, wajar sejumlah pertanyaan muncul. Apakah Satpol PP hanya berani sama tukang pres ban?

Pertengahan bulan lalu, penertiban terhadap sejumlah pelanggaran memang sempat dilakukan. Namun hanya beberapa saja yang dirobohkan paksa karena dianggap menyalahi ruang publik untuk area parkir.

Kala itu Kadis Tata Kota Mataram HL Junaidi beralasan ada mekanisme sebelum penindakan dilakukan. Teguran pertama hingga ketiga, sebelum akhirnya eksekusi jika terus membandel wajib dilakukan. a�?Kita pasti tegas pada semua pelanggaran,a�? ujarnya.

Sayangnya, hingga kini, tak kunjung ada aksi lanjutan. Padahal seharusnya tahapan teguran ketiga sudah terlampaui, mengingat bulan lalu pemerintah sudah melayangkan teguran kedua. Entah apa yang membuat perlakuan pemerintah seolah berbeda 180 derajat.

Cepat terhadap pelanggaran kelas teri, bahkan tampa surat peringatan apapun. Namun begitu lama terhadap pelanggaran kelas kakap yang seolah dengan sengaja dicuekin. a�?Saya kira masih dalam proses sebelum tindakan diambil,a�? kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menanggapi kinerja bawahannya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost