Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Baznas Ubah Pola Konsumtif jadi Produktif

MOU: Ketua Baznas NTB TGH Munajib Kholid (kanan) menandatangani kontrak kerja sama dengan Pimpinan Tazkia Group M Syafii Antonio (kiri) dalam rangka pemberdayaan ekonomi umat dengan pola Baituttamkin di Aula Kantor Baznas NTB, kemarin (12/10).

MATARAM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB berkomitmen mengubah pola pikir masyarakat yang menerima bantuan dari konsumtif menjadi produktif.

a�?Paling tidak dari mustahik (penerima) menjadi muzaki (memberi),a�? kata Ketua Baznas NTB TGH Munajib Kholid, kemarin (12/10).

Melalui pola baituttamkin dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat. Sehingga peran serta Baznas NTB dan masyarakat madani dalam mendorong percepatan penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kemandirian masyarakat dapat terwujud di NTB.

Dikatakan, program ini bertujuan untuk menguatkan soliditas, solidaritas, dan spiritalitas masyarakat dalam mengatasi masalah sosial ekonomi. Kemudian, meningkatkan kapasitas keluarga berpenghasilan rendah di dalam mengelola keuangan rumah tangganya.

Selain itu, membuka akses warga terhadap sumber daya ekonomi, informasi yang relevan bagi peningkatan usaha, dan kesejahteraan keluarga. Serta, mewujudkan lingkungan sosial yang lebih aman, damai, dan kondusif bagi peningkatan taraf hidup masyarakat.

Wakil Ketua III Perencanaan Keuangan dan Pelaporan Baznas NTB H Subhan menyampaikan, secara teknis kerja sama dilakukan selama dua tahun. Sebagai langkah pertama, total anggaran sebesar Rp lima miliar akan disalurkan ke tiga ribu kepala keluarga di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat berdasarkan prinsip syariah.

a�?Tentunya anggaran ini dibagi dalam dua tahap, pertama akan disalurkan Rp 2,3 miliar di Gunungsari yang memiliki berbagai macam usaha kerajinan dan kulinernya,a�? terangnya.

Pimpinan Tazkia Group M Syafii Antonio menambahkan, sebagai pihak kedua akan bertanggung jawab melaksanakan program yang telah disepakati. Tazkia akan menyediakan tenaga ahli/supervisor yang relevan.

Selain itu, menyediakan prosedur operasi baku dan sistem aplikasi Baituttamkin. Kemudian, merekrut, melatih, dan mendampingi tim pelaksana lapangan.

a�?Kami ingin menguatkan institusi pengelola program di tingkat lokal hingga provinsi,a�? tutupnya. (ewi/r3)

Berita Lainnya

Laminating Mobil, Mau ?

Redaksi LombokPost

Alhamdulillah, Angin Segar dari Garuda Indonesia

Redaksi LombokPost

Komisi XI Dalami Pengelolaan Keuangan NTB

Redaksi LombokPost

Telkomsel MAXstream dan Viddsee Kolaborasi

Redaksi Lombok Post

Alami Kecelakaan Kerja, Segera Lapor ke BPJS Ketenagakerjaan

Redaksi Lombok Post

Kredit Rumah Incaran Generasi Milenial

Redaksi LombokPost

OJK: Jangan Terbuai Kemudahan Pinjaman Online

Redaksi LombokPost

Pelatihan Pengelolaan Dana Desa Masih Minim

Redaksi LombokPost

Kemenkop UKM RI Dorong UKM Bangkit

Redaksi LombokPost