Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

Karyawan Hotel Go Internasional

PENYERAHAN: LSDP Pariwisata Bali menyerahkan sertifikat hasil uji kompetensi di Hotel Golden Palace, kemarin (12/10).

MATARAM – Ratusan karyawan yang tergabung dalam Asosiasi Hotel Mataram (AHM) mendapat sertifikat profesi dari LSDP Pariwisata Bali Indonesia, kemarin (12/10). Mataram menjadi kabupaten/kota pertama di NTB yang mendapatkan sertifikat ini.

I Made Juana, Dewan Pengarah LSDP Pariwisata Bali mengatakan, telah terjadi mutual recognation arrangement antara 10 negara di Asia Tenggara. Dengan adanya kesepakatan antara Indonesia dengan 9 negara Asean lainnya terhadap penamaan setiap jabatan kerja. Seperti contoh, jabatan resepsionis di Indonesia memiliki standar kompetensi yang sama dengan resepsionis di 9 negara Asean lainnya.

Di Mataram sendiri, sebanyak 293 karyawan perhotelan dari 13 hotel berhasil mendapatkan sertifikasi. Mereka melaksanakan ujian pada 15 September lalu yang diselenggarakan oleh LSDP Pariwisata Bali.

“Kita uji mereka hingga akhir September,” ujarnya, di Hotel Golden Palace kemarin (12/10).

Ia menuturkan, banyak uji kompetensi yang diadakan berbagai lembaga. Namun lembaga LSDP Pariwisata Bali Indonesia menggunakan lambang khusus dalam menerbitkan sertifikat. Sertifikat tersebut menggunakan lambang garuda emas yang merupakan lambang yang diberikan oleh presiden. Lambang ini tidak dapat digunakan oleh sembarangan institusi.A� Artinya, lambang ini hanya bisa digunakan oleh badan yang memiliki otoritas.

“Tidak sembarang institusi dapat mencantumkan lambang tersebut,” pungkasnya.

LSDP Pariwisata Bali merupakan institusi yang disahkan Badan Internasional Sertifikasi Profesi yang dibentuk di bawah naungan Presiden RI. Blangkonya sendiri berasal dari pemerintah pusat.

Ia menambahkan, LSDP Pariwisata Bali menyediakan kuota sebanyak 2000 peserta hingga November mendatang. Mataram masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan sertifikasi. Ia berharap, uji kompetensi tersebut tidak hanya untuk hotel berbintang. Mereka juga ingin hotel besar merangkul hotel melati, agen travel dan pariwisata lainnya.

“Pemerintah Pusat berjanji akan membantu hingga 3 tahun, mulai dari 2015, 2016, hingga 2017,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua AHM Kota Mataram Reza Bovier menuturkan, karyawan hotel Mataram siap go internasioanal. Mereka memiliki kompetensi yang sama dengan 9 negara Asean lainnya. Artinya, para karyawan tersebut siap bertarung dalam persaingan global.

“Terutama untuk menghadapi MEA,” ujarnya.

Ia menambahkan, ini merupakan hasil kerja sama dari setiap stakeholders. Mulai dari Pemerintah Kota Mataram, pihak industri maupun dunia pendidikan. Semua karyawan yang mengikuti ujian tersebut telah mendapatkan pelatihan sebelumnya. Hal ini disebabkan materi ujian cukup sulit.

“Semua soal berbahasa Inggris dan detail. Jika tidak dilatih kemudian ikut, mereka bisa pingsan melihat soal tersebut,” pungkasnya.

Mataram menjadi kota pertama yang mendapatkan setifikasi dibanding kabupaten/kota lainnya di NTB.

“Bahkan kita provinsi pertama yang mendapat setifikat dibanding provinsi lainnya di Indonesia bagian timur,” tandasnya. (fer/r3)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost