Lombok Post
Bima - Dompu

Kasus Alkes Rp 1,9 Miliar Dihentikan

Kajari Bima Eko Priyanto

MATARAMA�– Penyidikan kasus pengadaan alat kesehatan (Alkes) Kota Bima 2008 berakhir. Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima memutuskan untuk menghentikan perkara tersebut.

Penghentian itu diperkuat dengan dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Atas penghentian ini, otomatis status tersangka yang disandang Umar hilang. Begitu pula dengan status Umar yang sempat menjadi buronan karena kabur dari kejaran kejaksaan.

a�?Kasus itu (alkes) kita hentikan,a�? kata Kajari Bima Eko Priyanto saat ditemui di Kejati NTB, kemarin.

Eko beralasan penghentian itu karena pengadaan alkes itu menggunakan dana SILPA. Anggaran sekitar Rp 1,7 miliar tersebut tidak terpakai alias pengadaan gagal. Sehingga, anggaran itu dikembalikan lagi ke kas daerah.

a�?Belum digunakan sama sekali,a�? terang dia.

Pengadaan diketahui gagal setelah kejaksaan melakukan kroscek ke pemerintah Kota Bima.

a�?Pengadaan itu tidak jadi,a�? akunya.

Eko mengaku sempat menyelidiki kasus tersebut, bahkan sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Indikasi awal, sambung dia, terkait dugaan penyalahgunaan penggunaan anggaran.

a�?Kami juga sudah tetapkan tersangka. Setelah diusut, ternyata dana itu sudah dikembalikan,a�? beber dia.

Dalam kasus ini, Kejari Raba Bima telah menetapkan satu orang tersangka. Yakni Umar, pejabat lingkup Pemkot Bima. Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Umar menghilang. Kala itu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB ikut mengejar Umar, yang diduga bersembunyi di luar daerah. Bahkan, Kejagung ikut dilibatkan dalam perburuan tersangka alkes ini. (jlo/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara