Lombok Post
Metropolis

Pak Kadis Mulai Cemas

asesmen
DISKUSI: Sejumlah pejabat eselon dua yang menjalani assessment berdiskusi membahas isu dan masalah yang disampaikan penguji, kemarin(13/10).

MATARAM – Assessment terhadap 26 pejabat eselon II Pemkot Mataram dimulai, kemarin(13/10). Mereka diharuskan menjawab sejumlah soal secara pribadi dan berkelompok sejak pagi hingga siang hari.

“Banyak hasil dari tes ini yang akan bisa kita analisa,a�? kata Ketua Tim Penilai Dr Muazar Habibi.

Penilaian psikologis, kata Muazar, akan mengungkap 60 persen kemampuan managerial, leadership, dan teamwork. Selain itu, ada juga 40 persen sisi kognitif mengacu kecerdasan, kemampuan penyelesaian masalah, dan kemampuan kognitif lainnya.

Selain assessment kali ini, khusus untuk pejabat eselon dua, akan ada satu lagi rangkaian penilaian yang dilakukan tim. Mulai hari ini hingga 15 hari kedepan, empat orang tim penilai akan menyambangi satu demi satu SKPD tempat si pejabat bertugas. a�?Saat itu kita kroscek hasil tes kali ini,a�? ujarnya.

Pemetaan kepemimpinan, kemampuan perencanaan, pengawasan terhadap kelembagaan, dan kemampuan pendelegasian menjadi sejumlah aspek yang turut dievaluasi. Nantinya, dari serangkaian tes tersebut, akan terlihat jelas bagaimana seseorang memimpin atau mengelola sesuatu. a�?Hasil-hasil itu digabung dan rekomendasinya akan keluar,a�? ujarnya.

Proses khusus pejabat eselon II menurutnya memakan waktu lebih lama. Selain tes yang lebih banyak, tim juga akan melakukan uji petik. Masyarakat dari berbagai kalangan dimungkinkan ikut memberi sumbangsih, caranya dengan mengomentari masing-masing pejabat yang diketahuinya.

a�?Misalnya bagaimana komunikasinya, itu bisa disampaikan pada kami, bahkan kalangan wartawan juga bisa,a�? katanya mencontohkan.

Hasil secara menyeluruh nantinya akan disampaikan pada kepala daerah. Itulah yang dijadikan patokan wali kota untuk melakukan mutasi (perpindahan selevel) atau demosi (turun jabatan). a�?Gambaran hasil penilaian juga bisa diketahui masyarakat luas, meski tidak secara vulgar,a�? sambungnya.

Dengan proses yang dilalui, ia yakin hasil terbaik akan diperoleh. Ia juga menegaskan wali kota wajib mengikuti segala rekomendasi yang ada karena sudah dilakukan sesuai prosedur. Khusus terkait demosi, ia mengatakan sangat besar kemungkinannya.

Hal itu sudah terjadi di sejumlah daerah lain yang juga dinilainya. a�?Kalau tak mampu ya non job,a�? tukasnya.

Asisten II Setda Kota Mataram Wartan mengatakan ujian kali ini cukup membuatnya berpikir keras. Namun ia mengatakan tak melakukan persiapan khusus, karena apa yang ditanyakan berkaitan langsung dengan pekerjaannya sehari-hari. a�?Lumayan pusing, tapi yakin hasilnya bagus,a�? jawabnya singkat.

Assessment kali ini juga membuat sejumlah kepala dinas terlihat cemas. Tidak hanya karena ancaman mutasi, tapi kemungkinan turun jabatan terlihat semakin di depan mata. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost