Lombok Post
Selong

Penyuling Air di Seriwe Belum Optimal

BELUM MAKSIMAL: Ketua koperasi Cottoni Desa Seriwe, Saefudin menunjukkan alat penyulingan air yang masih belum bisa digunakan secara maksimal, kemarin (13/10).

SELONG – Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru Lotim sejumlah pihak sebenarnya telah menggelontorkan bantuan. Salah satunya yakni perusahaan asal Jepang Mitsui Co.Ltd bekerjasama dengan A�Universitas Darma Persada Jakarta dan Universitas Mataram (Unram). Mereka membangunkan alat penyulingan air payau dari sumur Desa Seriwe menjadi air layak minum. Sayang, alat ini juga mengalami kendala sehingga masih belum bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar.

a�?Ini sedang dalam tahap ujicoba Sayangnya ada beberapa pipa yang bocor dan kendala transportasi untuk menyalurkannya,a�? kata Saefudin, Ketua Koperasi Cottoni Desa Seriwe yang menjadi penanggung jawab pengelolaan mesin penyulingan air ini.

Dijelaskannya, alat ini dibangun atas bantuan pihak Mitsui dengan anggaran mencapai Rp 900 juta. Alat ini pun sudah mulai dioperasikan beberapa bulan. Dimana setiap galon air bersih dibanderol seharga Rp 4 ribu. Dengan daya produksi per hari sebanyak 20 galon. a�?Kalau dikasih gratis, warga akan berduyun-duyun datang kemari. Tapi ini kan nanti dijual untuk kas koperasi. Nah, kalau dijual mereka minta diantarkan ke rumahnya. Sarana transportasi untuk mengantarkan itu yang belum ada,a�? aku Saef, sapaan akrabnya.

Untuk itu, rencananya Saef yang juga warga Desa Seriwe ini akan diberikan bantuan kendaraan operasional oleh Kades Seriwe Abdul Hamid. a�?Kita dikasih menggunakan kendaraan Tosa milik desa. Tapi ini juga akan diperbaiki terlebih dulu, karena kendaraan ini masih ada bagian yang rusak,a�? jelasnya.

A�Sedangkan untuk kebocoran pipa untuk penyaluran air dari alat penyulingan ini diakuinya memang mengganggu kinerja alat tersebut. Namun ia telah melaporkan tersebut kepada pihak Universitas beberapa waktu lalu agar bisa diperbaiki.

Kepala Desa Seriwe, Abdul Hamid mengungkapkan sekitar 703 kepala keluarga terdapat di desanya. a�?Kami mandi pakai air payau selama puluhan tahun. Air bersih hanya digunakan untuk minum dan memasak. Makanya kami berharap nantinya ada PDAM yang masuk ke desa kami,a�? tutur Kades.

Untuk memenuhi kebutuhan iar bersih, warga membeli dari para pemilik mobil tangki air. Satu tangki air yang diambil dari Lingkoq Tutuq sebanyak 4.000 liter dibanderol dengan harga Rp 150 ribu. Sedangkan untuk membeli per jerigen, masing-masing jerigen isi 30 liter dibanderol harga Rp 3 sampai 5 ribu. (ton/r2)A�

Berita Lainnya

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Ramai-ramai Berburu Takjil

Gara-Gara Kritis, Aldi Tak Diluluskan Sekolah

Dua Pelaku Curas Tertangkap, Dua Masih Buron

Redaksi LombokPost

Pekan Depan Pembangunan Taman Rinjani Mulai Dilelang

Redaksi LombokPost

Para Penjaga Rumah Allah di Gumi Patuh Karya (2)

Redaksi LombokPost

Jalan Rusak Picu Lakalantas

FPR Minta Amaq Har Dibebaskan

Tolong, Mata Kiri Nadir Diserang Tumor