Selong

Penyuling Air di Seriwe Belum Optimal

SELONG – Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru Lotim sejumlah pihak sebenarnya telah menggelontorkan bantuan. Salah satunya yakni perusahaan asal Jepang Mitsui Co.Ltd bekerjasama dengan A�Universitas Darma Persada Jakarta dan Universitas Mataram (Unram). Mereka membangunkan alat penyulingan air payau dari sumur Desa Seriwe menjadi air layak minum. Sayang, alat ini juga mengalami kendala sehingga masih belum bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar.

a�?Ini sedang dalam tahap ujicoba Sayangnya ada beberapa pipa yang bocor dan kendala transportasi untuk menyalurkannya,a�? kata Saefudin, Ketua Koperasi Cottoni Desa Seriwe yang menjadi penanggung jawab pengelolaan mesin penyulingan air ini.

Dijelaskannya, alat ini dibangun atas bantuan pihak Mitsui dengan anggaran mencapai Rp 900 juta. Alat ini pun sudah mulai dioperasikan beberapa bulan. Dimana setiap galon air bersih dibanderol seharga Rp 4 ribu. Dengan daya produksi per hari sebanyak 20 galon. a�?Kalau dikasih gratis, warga akan berduyun-duyun datang kemari. Tapi ini kan nanti dijual untuk kas koperasi. Nah, kalau dijual mereka minta diantarkan ke rumahnya. Sarana transportasi untuk mengantarkan itu yang belum ada,a�? aku Saef, sapaan akrabnya.

Untuk itu, rencananya Saef yang juga warga Desa Seriwe ini akan diberikan bantuan kendaraan operasional oleh Kades Seriwe Abdul Hamid. a�?Kita dikasih menggunakan kendaraan Tosa milik desa. Tapi ini juga akan diperbaiki terlebih dulu, karena kendaraan ini masih ada bagian yang rusak,a�? jelasnya.

A�Sedangkan untuk kebocoran pipa untuk penyaluran air dari alat penyulingan ini diakuinya memang mengganggu kinerja alat tersebut. Namun ia telah melaporkan tersebut kepada pihak Universitas beberapa waktu lalu agar bisa diperbaiki.

Kepala Desa Seriwe, Abdul Hamid mengungkapkan sekitar 703 kepala keluarga terdapat di desanya. a�?Kami mandi pakai air payau selama puluhan tahun. Air bersih hanya digunakan untuk minum dan memasak. Makanya kami berharap nantinya ada PDAM yang masuk ke desa kami,a�? tutur Kades.

Untuk memenuhi kebutuhan iar bersih, warga membeli dari para pemilik mobil tangki air. Satu tangki air yang diambil dari Lingkoq Tutuq sebanyak 4.000 liter dibanderol dengan harga Rp 150 ribu. Sedangkan untuk membeli per jerigen, masing-masing jerigen isi 30 liter dibanderol harga Rp 3 sampai 5 ribu. (ton/r2)A�

Related posts

Sangat Indah, Tapi Minim Perawatan

Iklan Lombok Post

Gadis Sembalun Digilir Empat Pemuda

Iklan Lombok Post

Bagikan Air Malah Dibawakan Parang

Redaksi Lombok post