Lombok Post
Headline Metropolis

Ini Berkah untuk Eselon III

assessmen
MENGERJAKAN SOAL: Peserta assessmen tengah mengerjakan soal yang diberikan tim assessor di kantor Wali Kota Mataram, Jumat (14/10)

MATARAMA� a��A� Mutasi yang rencananya digelar Desember mendatang, bakal menjadi berkah bagi sejumlah pejabat eselon III. Beberapa pejabat eselon II, diprediksi bakal di-nonjob-kan. Jabatan yang ditinggal bakal diisi pejabat eselon III. Selain itu ada beberapa jabatan lowong yang nanti bakal disediakan untuk pejabat eselon III berprestasi.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengaku butuh orang-orang yang inovatif dan kreatif untuk menjalankan mesin birokrasi pemerintahan. Memang dia belum menyebutkan ada berapa kursi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di lingkungan Kota Mataram yang lowong sesuai dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru. Namun, lowongnya kursi JPT, lanjut Ahyar, tidak hanya karena ada SKPD yang dipisah, tetapi kebutuhan penyegaran kinerja pembantu kepala daerah.

a�?Belum ditetapkan jumlahnya, cuma yang jelas ada beberapa jabatan eselon II yang kita kosongkan, dan diisi pejabat eselon III,a�? kata Ahyar.

Seperti diketahui, Januari 2017 mendatang, Pemkot Mataram akan merestruktur organisasi perangkat daerah. Hal ini sesuai amanat perda tentang susunan perangkat daerah kota mataram yang baru, sebagai tindak lanjut sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Mutasi Jabatan.

a�?Pokoknya ada, kita mau kosongkan. Jadi ada OPD-OPD baru yang sesuai dengan perda itu, ditambah dengan (non job),a�? tukasnya. Sementara, Ahyar masih berteka-teki posisi eselon II mana saja yang berpotensi dilelang.

Hanya saja, Ahyar tidak menampik ada beberapa pejabat eselon II yang sudah masuk dalam bidikan. Selama ini, ia menyebut sudah menilai kinerja dan loyalitas para pegawai tersebut.

a�?Yang jelas penilaian juga kita sesuaikan dengan hasil assessmen (mana pejabat yang di-non job-kan),a�? tegasnya.

Karena itu, ia mempersilahkan bagi pejabat eselon III yang berminat, berlomba-lomba bersaing merebut JPT yang kosong. Yang jelas prosesnya akan melalui mekanisme lelang terbuka.

a�?Eselon III silakan ikut. Tidak ada batasan, silahkan ramai-ramai,a�? tandasnya.

Sementara itu, di kantor Wali Kota Mataram kemarin, proses assessmen memasuki hari ketiga. Assessmen diikuti semua pejabat eselon IV di Kota Mataram. Terdiri atas 50 lurah dan 11 kepala puskesmas, totalnya 61 pejabat.

Sebelumnya, Ketua Tim Assessor Kota Mataram Muazar Habibi mengatakan adanya peluang pejabat eselon III menggeser posisi eselon II. a�?Ya, rekomendasi untuk assessmen eselon II, kan mutasi atau demosi. Jika di demosi biasanya dalam bentuk nonjob, berarti pejabat eselon III bisa ikut dalam lelang terbuka JPT,a�? tandasnya.

MATARAM a�� Mutasi yang rencananya digelar Desember mendatang, bakal menjadi berkah bagi sejumlah pejabat eselon III. Beberapa pejabat eselon II, diprediksi bakal di-nonjob-kan. Jabatan yang ditinggal bakal diisi pejabat eselon III. Selain itu ada beberapa jabatan lowong yang nanti bakal disediakan untuk pejabat eselon III berprestasi.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengaku butuh orang-orang yang inovatif dan kreatif untuk menjalankan mesin birokrasi pemerintahan. Memang dia belum menyebutkan ada berapa kursi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di lingkungan Kota Mataram yang lowong sesuai dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru. Namun, lowongnya kursi JPT, lanjut Ahyar, tidak hanya karena ada SKPD yang dipisah, tetapi kebutuhan penyegaran kinerja pembantu kepala daerah.

a�?Belum ditetapkan jumlahnya, cuma yang jelas ada beberapa jabatan eselon II yang kita kosongkan, dan diisi pejabat eselon III,a�? kata Ahyar.

Seperti diketahui, Januari 2017 mendatang, Pemkot Mataram akan merestruktur organisasi perangkat daerah. Hal ini sesuai amanat perda tentang susunan perangkat daerah kota mataram yang baru, sebagai tindak lanjut sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Mutasi Jabatan.

a�?Pokoknya ada, kita mau kosongkan. Jadi ada OPD-OPD baru yang sesuai dengan perda itu, ditambah dengan (non job),a�? tukasnya. Sementara, Ahyar masih berteka-teki posisi eselon II mana saja yang berpotensi dilelang.

Hanya saja, Ahyar tidak menampik ada beberapa pejabat eselon II yang sudah masuk dalam bidikan. Selama ini, ia menyebut sudah menilai kinerja dan loyalitas para pegawai tersebut.

a�?Yang jelas penilaian juga kita sesuaikan dengan hasil assessmen (mana pejabat yang di-non job-kan),a�? tegasnya.

Karena itu, ia mempersilahkan bagi pejabat eselon III yang berminat, berlomba-lomba bersaing merebut JPT yang kosong. Yang jelas prosesnya akan melalui mekanisme lelang terbuka.

a�?Eselon III silakan ikut. Tidak ada batasan, silahkan ramai-ramai,a�? tandasnya.

Sementara itu, di kantor Wali Kota Mataram kemarin, proses assessmen memasuki hari ketiga. Assessmen diikuti semua pejabat eselon IV di Kota Mataram. Terdiri atas 50 lurah dan 11 kepala puskesmas, totalnya 61 pejabat.

Sebelumnya, Ketua Tim Assessor Kota Mataram Muazar Habibi mengatakan adanya peluang pejabat eselon III menggeser posisi eselon II. a�?Ya, rekomendasi untuk assessmen eselon II, kan mutasi atau demosi. Jika di demosi biasanya dalam bentuk nonjob, berarti pejabat eselon III bisa ikut dalam lelang terbuka JPT,a�? tandasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Kelelahan, Enam PPS Tumbang

Redaksi LombokPost

PSU Rentan Money Politic

Redaksi LombokPost

Kinerja Dewan Mengecewakan, Pembahasan Raperda Sangat Minim

Redaksi LombokPost

Telkomsel Optimalkan Jaringan di Lebih dari 1.400 Titik Penting

Redaksi Lombok Post

Buat Wisata Kuliner Ikan di Sekarbela

Redaksi LombokPost

Muhir Keok, Malik Melenggang

Redaksi LombokPost

Jadup Mulai Ada Titik Terang

Redaksi LombokPost

Aneh, Usulan Perda Koperasi Dihapus Begitu Saja

Redaksi LombokPost

Gubernur: Jangan Ada Dendam Politik!

Redaksi LombokPost