Lombok Post
Kriminal

Dua Minggu Bebas, Rudi Kembali Masuk Bui

RESIDIVIS CURAT: Rudi Hartono, residivis kasus pencurian dengan pemberatan, kembali berurusan dengan polisi karena membobol sebuah kafe di kawasan Gomong Lama, Mataram, kemarin (14/10).

MATARAM – Penjara rupanya tidak membuat jera Rudi Hartono. Baru dua minggu menghirup udara bebas, pria 20 tahun ini kembali menjadi pesakitan. Dia tertangkap tim opsnal Polsek Mataram, ketika hendak melakukan pencurian di sebuah kos-kosan, di kawasan Gebang, Mataram kemarin (14/10).

Kapolsek Mataram Kompol Taufik mengatakan, setelah keluar dari penjara, pelaku ternyata mengulang aksi kejahatannya pencurian dengan pemberatan (Curat). Sasarannya adalah sebuah kafe di daerah Gomong Lama, Kota Mataram, Selasa (11/10).

Ketika itu, pelaku bersama tiga rekannya yang masih buron, HA, PA, BU (inisial, Red), masuk ke sebuah kafe setelah berhasil mencongkel pintu. Setelah berada di dalam kafe mereka langsung membawa kabur satu unit televisi, kipas angin, dan speaker aktif.

Pembobolan kafe yang berjalan mulus tersebut, rupanya membuat Rudi dan tiga kawannya lupa daratan. Mereka lantas kembali merencanakan aksi kedua. Selang dua hari, tepatnya di Kamis malam (13/10), mereka bertemu untuk membahas rencana pencurian di sebuah kos-kosan di Gebang.

Tapi, polisi ternyata telah memantau komplotan ini. Termasuk aksi pertama mereka yang membobol kafe pun rupanya sudah diketahui polisi. Karena itu, sekitar pukul 02.30 Wita, kemarin, tim opsnal Polsek Mataram melakukan penangkapan. A�Tak ingin pelaku kabur, petugas melumpuhkan Rudi dengan sebuah pelor yang bersarang di kaki kanannya.

a�?Terpaksa kami tembak karena pelaku melawan,a�? Kata Kompol Taufik.

Taufik mengatakan, pelaku merupakan residivis curat. Sebelum aksi pembobolan kafe, Rudi sempat melakukan pencurian di 11 lokasi. Hal itu yang membuat ia akhirnya dihukum 3,5 tahun penjara.

Mengenai aksi mereka yang membobol kafe di kawasan Gomong Lama, Taufik mengungkapkan bahwa Rudi Cs dibantu seorang sekuriti. Sekuriti yang kini menjalani pemeriksaan, ternyata menjadi sumber informasi sebelum mereka melakukan curat.

a�?Sekuriti yang memberitahu, ada kafe yang longgar penjagaannya, termasuk harus masuk dari pintu mana, itu pun diberitahu,a�? ungkapnya.

A�Atas perbuatannya, kini Rudi kembali masuk ke dalam sel Polsek Mataram. Dia terancam hukuman tujuh tahun penjara berdasarkan pasal 363 KUHP. (dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost