Lombok Post
Tanjung

Kader Posyandu Sukadana Diajari Hitung Nutrisi

kader
BELAJAR NUTRISI: Kader Posyandu dan tenaga kesehatan sedang belajar terkait nutrisi makanan untuk mengurangi angka gizi buruk di Desa Sukadaana, beberapa waktu lalu.

TANJUNGA�– Kasus gizi buruk masih sering terjadi di Lombok Utara. Untuk itu kemarin (14/10), kader Posyandu dan tenaga kesehatan di wilayah Bayan mengikuti kegiatan penghitungan kandungan protein, karbohidrat dan vitamin yang terdapat pada komposisi makanan sehari hari.

Kegiatan yang merupakan tahap kedua dari Lokalatih Pengembangan Kurikulum Positive Deviance ini, diselenggarakan 10-15 Oktober. Pelatihan ini dipandu langsung spesialis nutrisi serta kesehatan ibu dan anak dari Wahana Visi Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Nurani Luhur Masyarakat (YNLM). Mereka menyasar masyarakat di Desa Sukadana.

a�?Kegaiatan ini mempermudah menentukan menu kejar tumbuh bagi anak berdasarkan usia dan jenis kelamin anak usia tiga tahun ke bawah,a�? ujar Ketua YNLM Saul Sailana.

Ditambahkan, pengembangan kurikulum ini menggunakan masukan dari hasil wawancara dan pengamatan bersama kader Posyandu dan tenaga kesehatan. Terutama terhadap perilaku pemberian makanan, kebersihan, pola asuh serta perawatan kesehatan warga terpilih berdasarkan kriteria Positive Deviance.

Diharapkan, kegiatan lokalatih ini bisa menghasilkan kurikulum belajar yang akan diterapkan melalui pos gizi bagi keluarga dengan anak berstatus bawah garis merah, garis kuning serta hijau muda. Ini diadopsi dari praktik terbaik sehari-hari warga Penyimpang Positif ataupun Positive Deviance.

Sementara itu, Spesialis Nutrisi serta Kesehatan Ibu dan Anak Sri Wulan mengatakan penghitungan komposisi bahan pangan oleh kader dan tenaga kesehatan ini akan digunakan untuk penanganan kekurangan gizi dengan mengedepankan peran orang tua dalam mengolah sumber bahan pangan setempat.

Dijelaskan, beberapa sumber pangan terjangkau dan mudah diperoleh adalah kacang komak, kacang hijau, lebui, daun kelor, bayam, sager, serta telur dan ikan balang baling.

a�?Penting untuk dipahami bahwa porsi, keragaman dan frekuensi makan lebih sering dilengkapi dengan cara olah makanan dengan volume tidak lebih dari 250 mililiter. Sehingga tercipta menu padat gizi sepadan ukuran lambung anak hingga usia lima tahun yang kurang lebih sebesar gelas plastik kemasan air mineral,a�? paparnya.

Dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sukadana Sojati menyampaikan agar kader Posyandu serta petugas kesehatan lebih serius dalam menangani persoalan gizi. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost