Lombok Post
Metropolis

Laser Pengganggu Pesawat Diamankan

sita
BARANG BUKTI: Kasi Opdal Satpol PP Kota Mataram Bambang EYD, menunjukan barang bukti laser, dalam razia laser yang digelar beberapa waktu lalu.

MATARAMA� a��A� Satpol PP Kota Mataram mengamankan empat set green laser pointer (laser hijau) dari tangan pedagang atas nama Herman, warga Gontoran Sweta. Langkah ini menindaklanjuti surat Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Mataram, tertanggal 15 September 2016, yang meminta pemkot menindak peredaran laser hijau di wilayahnya, karena menganggu penerbangan.

a�?Yang bersangkutan jualan di Jalan Bung Karno, sebelumnya kami memang dapat laporan dari masyarakat,a�? kata Kasi Opdal Satpol PP Kota Mataram Bambang EYD.

Bambang menunggu laporan selanjutnya dari masyarakat yang mendapati pedagang laser di lingkungannya. A�a�?Kami akan langsung tindaklanjuti jika ada laporan yang masuk,a�? tegasnya.

Herman mengaku mendapat laser hijau itu dari pengampas asal Medan, Sumatera Utara. Barang tersebut dijual dengan harga Rp 150 ribu perset. Namun, saat dagangan disita, Herman tidak bisa menolak.

Seperti diketahui, laser hijau ini menganggu aktifvitas penerbangan pesawat. Alat ini disebutkan mampu menembakan cahaya hingga mencapai 4500 feet (kaki). Sementara pesawat mulai melakukan persiapan mendarat di ketinggian 2000 feet.

a�?Jadi sudah pasti terganggu penerbangan, cahayanya bisa tembus kokpit pilot,a�? terang dia.

Sebelumnya masuk laporan dari tanggal 25 Februari a�� 4 September 2016, tercatat 14 kali pesawat terkena laser hijau. Beberapa di antaranya, pesawat dengan nomor penerbangann LNI-962, dan pesawat GIA. (zad/r3)

Berita Lainnya

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost