Lombok Post
Metropolis

Dulu Dibully, Sekarang Berprestasi dan Dikirim ke New Zealand

YOUTH AMBASSADOR NTB: Top 5 Zetizen NTB (ki-ka) Remila Duari Annisa, Lalu Satria Malaca, Nur Lailatul Qadariah, Fatimah Al-Kaff dan Rusdi Bastian Ilham) berfoto bersama Direktur Jawa Pos Azrul Ananda (baju kuning). Lalu Satria Malaca (baju biru) terpilih sebagai Youth Ambassador NTB dan mendapatkan hadiah jalan-jalan gratis ke New Zealand.

Zetizen National Challenge memang bukan ajang biasa. Di sini, para remaja harus memiliki aksi positif yang nyata agar bisa terpilih sebagai Alpha Zetizen dan Youth Ambassador untuk mewakili provinsinya. Di tahun pertama ajang ini, terpilih wakil NTB Lalu Satria Malaca. Cowok yang pernah punya pengalaman di bully ini tidak menyangka bisa terpilih dan akan diberangkatkan ke New Zealand.

***

Dari ratusan aksi positif yang masuk sebagai perwakilan NTB, terpilihlah lima orang sebagai Top 5 Zetizen NTB 2016 yang berhak mengikuti Zetizen Summit di Jawa Timur pada 14-16 Oktober 2016. Dari lima orang finalis ini, akan dipilih satu orang yang akan mewakili provinsinya untuk menjadi Alpha Zetizen dan Youth Ambassador, serta berhak mendapatkan hadiah jalan-jalan ke New Zealand secara gratis.

Berbagai macam kegiatan dan seleksi dilakukan saat Zetizen Summit, hingga akhirnya terpilihlah Lalu Satria Malaca dari Fakultas Teknik Universitas Mataram sebagai Alpha Zetizen dan Youth Ambassador NTB for New Zealand. Ia pun berhak menyandang gelar tersebut bersama 33 orang dari setiap perwakilan provinsi yang ada di Indonesia.

Anak pertama dari pasangan H Lalu Djohan Belumbang dan Hj Lale Puspasari ini memang sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan matang untuk seleksi akhir yang dilakukan di Zetizen Summit. Aksi positif yang dilakukannya pun diapresiasi juri.

a�?Alhamdulillah, saya sebenarnya nggak nyangka bisa mendapatkan penghargaan ini. Semua aksi positif yang saya lakukan itu tanpa pamrih dan atas keprihatinan saya terhadap hal-hal tersebut,a�? ujar cowok yang akrab disapa Satria ini.

Aksi positif yang ia lakukan memang sangat berdampak bagi masyarakat. Contohnya saja sosialisasi HIV/AIDS yang ia lakukan dengan cara stand up comedy bekerjasama dengan Perkumpulan Keluarga Besar Indonesia (PKBI). Ia pun melakukan roadshow mengatasi demam panggung di sekolah-sekolah Kabupaten Lombok Timur dengan biaya yang ia keluarkan dari kantong pribadi.

Ketika SMA, ia adalah pelopor remaja anti corat-coret baju seragam ketika lulus. Hasilnya sebagian besar siswa yang ada di sekolahnya tidak melakukan cora-coret dan menyumbangkan baju seragamnya. a�?Saya juga memperkenalkan budaya NTB di tingkat nasional ketika saya terpilih mewakili NTB dalam acara OSIS se-Indonesia,a�? ujar alumni MAN 2 Mataram ini.

Di balik aksi positif yang dilakukan Satria, ada pengalaman pahit yang pernah ia rasakan sebelum akhirnya menjadi remaja yang aktif melakukan berbagai macam kegiatan. Ketika SD dan SMP ia pernah dibully teman-temannya karena introvert. Ketika SMA ia pun berusaha untuk mengubah diri. Namun banyak yang meremehkannya. Hingga akhirnya ia bisa membuktikan diri dengan prestasi-prestasi nasional yang telah ia raih.

Satria pun berharap aksi positifnya ini bisa menginspirasi para remaja lain agar bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. a�?Di New Zealand nanti saya akan banyak belajar dan membawa hal-hal positif yang saya temukan di sana untuk diaplikasikan di sini,a�? tutupnya. (atria hikmamaya/r5)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post