Lombok Post
Metropolis

Kalau Salah Kita Perbaiki!

ahyar
Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh

MATARAM – Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menegaskan, persoalan tower milik PT Tower Bersama Grup yang penempatannya keliru, tidak perlu dibahas panjang. Jika memang ada yang salah dan dinilai menganggu kenyamanan umum, maka tentu sebaiknya pihak PT TBG, segera memindahkannya.

a�?Kalau keberatan, bisa kita tarik itu,a�? kata Ahyar.

Hanya saja yang perlu diingat dan diperhatikan, Kota Mataram punya visi mewujudkan daerah smart city. Bagi dia, adalah sangat mustahil jika hanya karena kesalahan penempatan beberapa tower lantas, proyek ini harus batal.

Sebab, smart city memang membutuhkan dukungan fasilitas dan pemasangan piranti tower untuk bisa bekerja dengan baik.

a�?Salah satunya adalah dengan mendukung pembangunan infrastruktu, dalam rangka percepatan mewujudkan smart city itu. Karena ini dibidang tekelomunikasi jadi yang dibangun adalah tower itu,a�? imbuhnya.

Ukuran dari tower yang berupa monopole, menurutnya tidak menganggu. Baik dari segi ukuran serta dampak radiasi lingkungan. Justru, manfaatnya lebih besar bagi masyarakat. Jika ada hal yang dinilai melanggar aturan, tentu ada solusi yang bisa ditawarkan.

a�?Bukan (berarti boleh langgar meski sedikit), bukan begitu, kalau memang salah kita pindahkan,a�? tegasnya lagi.

Sikap pemerintah kota, terkait pemasangan tower PT TBG yang beberapa di antaranya dinilai keliru, dipastikannya tidak bertentangan dengan semangat pemerintah yang saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan penertiban di area ruang publik. Namun demikian, pembangunan juga harus tetap berjalan yang diikuti dengan penyesuaian-penyesuaian.

a�?Kita juga ada rencana di Kota Mataram ini ditanam serat optik, ya kita awasi jangan sampai ada pelanggaran. Intinya begini, kalau ada yang salah ya kita perbaiki,a�? tandasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost