Lombok Post
Feature

40 Guru Dikirim Kursus 45 Hari ke Inggris

sudut pandang

Sebuah daerah yang kaya memang bisa melakukan apa saja. Tengoklah Kabupaten Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur. Kabupaten kaya dari hasil tambang itu, mulai tahun ini akan mengirim rutin 40 guru baik PNS dan non PNS ke Universitas kesohor di Inggris. Niatnya agar para guru Bahasa Inggris kian pintar ngajar pelajaran Bahasa Inggris.

***

KE Bell Cambridge-lah para guru itu akan menuju. Itu adalah a�?rumahnya pendidikana�? Bahasa Inggris di Negeri yang dipimpin Ratu Elizabeth II itu. Bukan cuma itu. Selama 45 para guru dari Kutai Kartanegara akan belajar di universitasnya para pesohor tersebut.

Banyak nama besar yang pernah menimba ilmu di Bell Cambridge. Ada Julio Iglesias yang mewakili kalangan artis. Penyanyi legendaris asal Spanyol itu pernah menimba ilmu di Bell Cambridge.

Dari kalangan pemerintahan, Bell adalah sekolahnya para raja. Ada Sheikh Mohammed dari Uni Emirat Arab (UEA), Albert II yang merupakan pangeran Monaco, dan King Philippe dari Belgia.

Di Bell nantinya, 40 guru dari Kukar itu akan mengejar sertifikasi Teaching Knowledge Test (TKT). TKT merupakan sertifikasi dasar bagi pengajar bahasa Inggris di kawasan kampus tertua kedua di Britania Raya itu.

Mulai Senin (17/10), para guru dari kabupaten kaya itu resmi bersekolah di Cambridge. Kemarin pagi, dihelat serah terima dari Pemkab Kukar kepada pihak Bell Cambridge. Dilakukan oleh Bupati Kukar Rita Widyasari.

Hadir juga saat itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kukar Wiyono dan Direktur Cultural Exchange and International Education Foundation (CEIEF) Parawansa Assoniwora. Dari pihak Bell Cambridge, mereka diterima Frank Pinner, principal of Bell Cambridge dan Maria Pia dari hubungan kerja sama Bell Cambridge. Ada pula Chief Education Bell Cambridge Greg Hoile.

Setelah serah terima, rombongan kecil Pemkab Kukar diajak berkeliling melihat aktivitas di universitas. Ditemani Maria.

Dia menunjukkan suasana nyaman dari sekolah ini. Mulai kelas-kelas yang hanya berkapasitas 10-an orang. Ruang makan yang nyaman tempat mahasiswa bisa berdiskusi dan mengerjakan tugas. Juga taman berumput hijau dengan kursi-kursi kayu. Di sejumlah mading, pengumuman sekolah, jadwal kuliah, dan lainnya dibuat dengan banyak warna. Sehingga segar dipandang mata.

Bupati Kukar Rita Widyasari mengatakan, program ini adalah cita-cita lama agar guru bahasa Inggris di kabupaten yang dia pimpin mampu mengajar dengan baik. Tak dimungkiri, masih ada guru bahasa Inggris yang belum mengajar dengan baik.

Sehingga, kata dia, berpengaruh terhadap anak didik. a�?Kami langsung bekerja sama dengan Cambridge agar guru-guru ini dapat sertifikasi di tempatnya pengguna bahasa Inggris langsung,a�? katanya setelah berkeliling melihat lingkungan Bell Cambridge.

Dia menjelaskan, menyekolahkan guru bahasa Inggris demi peningkatan kualitas sebenarnya sudah dilakukan sebelumnya. a�?Sejak zaman Pak Syaukani (mantan Bupati Kukar), program serupa sudah pernah ada. Dulu disekolahkan di Australia. Jadi, saya ingin melanjutkan ambisi bapak,a�? ujarnya.

Dia juga mengingatkan agar para guru memanfaatkan program ini dengan maksimal. Belajar dengan baik. Sebab, mereka menjalani sebuah program yang pertama di Indonesia. a�?Jadi, saat menjalani program ini seluruh Indonesia memerhatikan guru-guru kita,a�? jelasnya.

Nantinya, ujar Rita, setelah menjalani program, para guru kembali diseleksi. Sampai terpilih 25 guru. Ke-25 itulah ke depan yang akan menjadi mentor untuk guru-guru lain di Kukar.

Mengajarkan apa yang mereka dapat selama 45 hari di Cambridge. Sehingga, metode pembelajaran bahasa Inggris yang baik bisa ditransfer berkesinambungan. Muaranya, seperti dikatakan Rita, bahasa Inggris jadi biasa di Kukar.

Di tempat sama, Direktur CEIEF — mitra Pemkab Kukar menjalankan program ini — Parawansa Assoniwora, mengatakan dalam menjalankan agenda ini guru hanya fokus pendidikan. Segala keperluan mereka sudah dibiayai pemkab. a�?Jadi, mereka (para guru) hanya belajar dan belajar. Mulai akomodasi sampai tiket transportasi sudah kami atur semua. Ini program yang sangat luar biasa bagi guru,a�? ujarnya.

Lebih jauh, Ancah –sapaan akrabnya– menjelaskan, Kukar adalah kabupaten pertama di negara-negara ASEAN yang bekerja sama dengan Cambridge dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Pada 6 Mei 2014 lalu, Pemkab Kukar dan Cambridge University memulainya dengan menandatangani nota kesepahaman program pengembangan pendidikan bahasa Inggris. Program ini diikuti 40 guru bahasa Inggris. Mereka adalah 24 guru PNS dan 16 guru non-PNS. (rom/k15/JPG/r8)

Berita Lainnya

Bilik Bercinta di Tempat Pengungsian yang Tinggal Cerita

Redaksi Lombok Post

Pengalaman Dramatis Pendaki Terjebak Gempa di Gunung Rinjani (1)

Redaksi Lombok Post

Mereka yang Tetap Tegar Menghadapi Gempa di Sambelia

Nasihat Mendiang Ayah Menjadi Pegangan Hidup Zohri

Mengunjungi Lalu Muhammad Zohri, Sang Juara Dunia

Lalu Muhammad Zohri, Sprinter Muda NTB yang Sabet Juara Dunia

Melihat Festival Layang-Layang Raksasa di Pantai Loang Baloq

Kisah Penambang yang Lolos dari Lubang Maut Sekotong (1)

Festival Seribu Bedug di Pulau Seribu Masjid

Redaksi Lombok Post