Lombok Post
Metropolis

60 Persen Pejabat Nilainya Buruk!

asesmen
SERIUS: Sejumlah pejabat eselon II saat menjawab ragam pertanyaan ketika menjalani assessment di aula lantai tiga Pemkot Mataram beberapa waktu lalu.

MATARAMA�– Tim penilai Asesmen pejabat Pemkot Mataram membocorkan sebagain hasilnya pada Lombok Po Metropolisst. Yang mengejutkan, dari 26 pejabat eselon II yang sudah dinilai di tahap awal, hanya 40 persen saja yang sangat memenuhi ekspektasi. Sementara 60 persen lainnya mendapatkan nilai buruk.

“Kategorinya baik hanya 40 persen,a�? kata Ketua Tim Penilai Dr Muazar Habibi, kemarin.

Dari 60 persen pejabat yang mendapatkan nilai buruk, ada yang memiliki kecakapan, namun menempati posisi yang tak sesuai. Tapi ada juga pejabat eselon II yang masih perlu pembinaan. a�?Jumlahnya ini (perlu pembinaan, Red) sekitar 25 persen,a�? sambungnya.

Kendati demikian, ia mengatakan secara umum seluruh 26 pejabat eselon II yang menjalani assessment sudah memenuhi syarat sebagai pimpinan. Sayangnya, ia tak menjelaskan bagaimana nasib 60 persen pejabat yang tak masuk kategori baik.

Muazar tak menjelaskan langkah apa yang harus dilakukan Pemkot Mataram, baik untuk mereka yang berada di posisi yang tak sesuai maupun mereka yang masih perlu pembinaan. a�?Yang jelas nanti hasilnya kami serahkan pada kepala daerah,a�? ujarnya.

Setelah assessment rampung, mulai 24 Oktober mendatang, tim kedua yang merupakan tim lapangan segera memulai tahapan cek langsung kondisi lapangan. Satu demi satu pejabat eselon II bakal didatangi. Mereka hendak diperiksa dan dicocokkan kemampuannya ketika menjawab soal dengan kinerja langsung di lapangan. a�?Lama pemeriksaan itu 14 hari,a�? sambungnya.

Selanjutnya, wali kota dengan hak prerogatif yang dimilikinyaA� yang bisa menentukan nama-nama yang akan dipilih. Pada tahapan itu, Muazar menjelaskan kemistri atau kedekatan menjadi unsur yang juga tak bisa dikesampingkan. Unsur-unsur loyalitas itu menurutnya bisa menjadi pembeda yang tak sedikit pengaruhnya.

Hal tersebut sengaja dijelaskan untuk menghindari pertanyaan, jika nantinya ada pejabat yang merasa mampu namun tak diakomodir. Menurutnya, dengan unsur kedekatan dan loyalitas yang bisa membangun ikatan, diharap kinerja pemerintahan menjadi lebih baik. a�?Kalau kemampuan individu bagus, tapi tak ada kemistri, ya masalah yang ada tak selesai juga,a�? ujarnya.

Terpisah Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan pemerintah akan mengikuti segala arahan dari tim yang sudah diminta bekerja secara independen. Menurutnya tak ada alasan tak mengikuti rekomendasi yang dihasilkan nantinya.

“Jelas kita akan pakai, kalau tidak, untuk apa bayar mahal-mahal,a�? jawabnya singkat. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost