Lombok Post
Ekonomi Bisnis

NTB Perlu Contoh Kulon Progo

MATARAMA�– Pemprov NTB perlu mencontoh pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo Jogjakarta. Banyak program unik yang dilakukan. Seperti mengentaskan kemiskinan dengan melibatkan PNS, program Bela Beli, Airku dan sebagainya.

Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan Kulon Progo Eko Wisnu Wardana memaparkan beragam program pengentasan kemiskinan. Salah satunya penerapan sistem ekonomi berbasis kerakyatan. Kulon Progo yang berpenduduk 479.189 jiwa itu punya cara tersendiri dalam menekan angka kemiskinan.

Salah satunya membuka kesempatan bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk ikut dalam program pengentasan kemiskinan. Satu PNS di Kulon Progo diminta untuk mengadvokasi empat Kepala Keluarga (KK) miskin.

“Jumlah PNS kami sebanyak 8000 orang yang ditugaskan mengadvokasi empat KK keluarga miskin. Program ini terus berjalan hingga saat ini,” ujar Eko Wisnu di hadapan wartawan NTB yang menggelar study banding ke Kabupaten Kulon Progo pada Rabu (12/10) pekan lalu. Para wartawan ini didampingi Wakil Ketua DPRD NTB H Abdul Hadi dan Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi NTB Hj. Ary Purwantiny.

Dikatakan, program itu merupakan salah satu strategi untuk menindaklanjuti data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait kemiskinan. Pemkab Kulon Progo juga menerapkan sistem album kemiskinan untuk mencocokkan kembali data BPS.

Jika BPS menempatkan 14 kriteria kemiskinan dalam datanya, justru Pemkab Kulon Progo menggunakan 16 kriteria kemiskinan. Hal itu dinilai sangat efektif sehingga mereka dapat menurunkan angka kemiskinannya hingga 2 persen pertahun.

Jika angka kemiskinan Kulon Progo mencapai 23,62 persen pada 2011, maka pada 2015 sudah mencapai 12 persen. Data itu berdasarkan data album kemiskinan milik Pemkab Kulon Progo. Sementara angka kemiskinan berdasarkan data BPS mencai 20,64 persen di tahun 2014.

Tidak hanya itu, konsep ekonomi kerakyatan yang benar-benar patut dicontoh adalah bagaimana Pemkab Kulon Progo tidak begitu saja mengizinkan aktivitas toko modern. Mereka justru diminta bergabung dengan toko milik daerah yang dikelola oleh koperasi.

“Kami punya Toko Milik Rakyat (Tomira), jadi produk mereka yang harus menggunakan sistem koperasi, bukan sebaliknya. Ini erat kaitannya dengan kemandirian ekonomi rakyat,” ujar dia.

Sistem lainnya yang diterapkan Pemkab Kulon Progo adalah Bela Beli. Artinya, Siapapun yang membela kepentingan daerahnya harus membeli produk dari daerah itu. Bukan justru mendatangkan produk dari luar daerah. Bahkan, pihaknya juga menerapkan sistem beras miskin yang diperoleh dari beras petani.

Dengan begitu, mau tidak mau Bulog harus benar-benar membeli beras petani. Begitu juga dengan PNS yang membeli beras petani minimalA� 5 kilogram. Lambat laun, rakyat Kulon Progo terbiasa dengan pola itu. Menurut Wisnu, sejak dulu rakyat Indonesia sudah hidup sederhana. Bahkan tanpa harus mengkonsumsi makanan ala barat pun, rakyat Indonesia justru mampu bersaing dan mengusir penjajah.

Program lain yang diterapkan adalah program Airku, di mana produk air kemasan yang beredar di Kulon Progo merupakan produk sendiri. Begitu juga dengan batik geblek renteng, dan program bedah rumah. “Begitu ada laporan mengenai rumah yang perlu direnovasi, kami langsung data dan programkan,” papar dia.

Eko membuka diri jika Kabupaten Kulon Progo akan menularkan virus-virus kebaikan kepada seluruh daerah di Indonesia. Terutama NTB yang saat ini dikenal sebagai salah satu daerah yang perekonomiannya sedang berkembang pesat.

Wakil Ketua DPRD NTB H Abdul Hadi sangat tertarik dengan paparan Eko. Menurut dia, perlu tindak lanjut untuk menjalin kerja sama antardaerah. Terutama menyangkut peningkatan ekonomi rakyat dan penurunan angka kemiskinan di NTB.

Ketua DPW PKS NTB itu berkomitmen untuk mendorong pemerintah Provinsi NTB segera berkomunikasi dengan Pemkab Kulon Progo. Terlebih untuk kepentingan rakyat dan kemajuan NTB di masa mendatang.

“Ini luar biasa ditindaklanjuti. Memang baru pertemuan awal, selanjutnya akan disusul dengan pertemuan-pertemuan lainnya,” ungkap Abdul Hadi. (tan/r3)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post