Lombok Post
Praya

Perajin Songket Keluhkan Pemasaran

UKM CORNER: Inilah stan penenun songket, yang disediakan otoritas Lombok International Airports di Praya Lombok Tengah, kemarin (17/10).

PRAYA – Para perajin Songket di Desa Sukarara di Jonggat Lombok Tengah (Loteng), mengeluhkan minimnya akses pemasaran. Hasil kerajinan menumpuk namun kurang pemesan dan pembeli.

a�?Tapi, setelah Angkasa Pura I (AP) Lombok International Airport (LIA) turun tangan. Insya Allah, akses pemasaran akan terbuka lebar,a�? kata salah satu perajin Songket Sukarara Saprudin, kemarin di area terminal bandara.

Di tempat itu, ia sebagai perwakilan perajin Songket, menaruh harapan besar, agar Songket khas Desa Sukarara dan sekitarnya semakin dikenal dunia.

Sehingga, kesempatan yang diberikan otoritas bandara kepada dirinya, akan dimanfaatkan sebaik-baiknya, untuk memperluas promosi dan akses pemasaran.

Lokasi stan yang disediakan otoritas bandara pun, menurutnya cukup strategis, langsung berhadapan dengan para penumpang.

a�?Alhamdulillah, sekarang saya bisa memperlihatkan kepada para pengunjung bandara, bagaimana cara membuat Songket,a�? sambung Inaq Suhaimi, salah satu penyesek atau penenun Songket Sukarara.

Jika berbicara durasi waktu, tambah Inaq Suhaimi untuk membuat satu Songket saja, membutuhkan waktu satu bulan. Kendati demikian, sebanding dengan harganya.

a�?Yang membuat kami terharu, stan yang disediakan bandara ini gratis. Alhamdulillah,a�? ujarnya sembari menyesek Songket.

Sementara itu, General Manager (GM) AP I LIA I Gusti Ngurah Ardita mengaku, sejak lama dirinya ingin mengangkat kerajinan Songket Sukarara.

Namun, karena kesibukan dan kepadatan waktu, akhirnya tertunda. a�?Terhitung pada Jumat, kemarin dan seterusnya kami sudah membuka stan UKM corner,a�? kata Ardita.

Stan itu, tekan Ardita diberikan secara gratis kepada pengerajin Songket, tidak dipungut biaya sedikit pun. Harapannya, terbuka akses pemasaran baru, hingga muaranya adalah peningkatan ekonomi para perajin.

a�?Prinsipnya, kami ingin mengangkat dan memperkenalkan produk-produk program binaan kami,a�? ujarnya.Ada 1.100 mitra binaan otoritas bandara, kata Ardita dari pengejarin Songket, mutiara, rumput laut dan sebagainya.

Kedepan, mereka secara bergiliran untuk memperkenalkan hasil karyanya masing-masing. a�?Kunci kemajuan usaha mereka adalah, akses pemasaran. Ini yang kami mulai dari sekarang,a�? katanya.(dss/r2)A�A�A�A�A�A�

Berita Lainnya

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost