Lombok Post
Selong

Tempat Belajar Ngaji Hingga Kursus Bahasa Inggris

CALON PEMIMPIN: Sejumlah anak-anak di Desa Sembalun Lawang saat membaca buku di Rumah Baca Lombok Love Library beberapa waktu lalu.

Rumah Baca Love Library di Desa Sembalun Lawang, Lombok Timur (Lotim) A�memiliki segudang manfaat. Bukan sekadar tempat membaca, lokasi tersebut kini menjadi wadah bagi warga untuk menimba beragam ilmu mulai dari Alquran hingga bahasa Inggris.

***

KEHADIRANA�rumah baca di Desa Sembalun Lawang tidak terlepas dari peran sejumlah orang yang memiliki jiwa sosial. Rosidin Sembahulun, adalah sosok dibalik keberadaan Rumah Baca Lombok Love Library dibantu Ngee Ann Polytechnic, Singapura. “Terus terang rumah baca ini adalah bentuk nyata dari keinginan masyarakat Sembalun untuk terus maju dan berkembang,” kata dia kepada Lombok Post.

Selama ini, masyarakat dikatakannya lebih banyak bermata pencaharian sebagai petani. Namun, tidak semua warga punya sawah. Sehingga, para remaja tamat sekolah SMP banyak yang akhirnya menjadi pengangguran hingga TKI.

“Paling mentok mereka malah nikah. Ini yang jadi kekhawatiran kami,” cetusnya.

Sehingga, memanfaatkan sejumlah relasinya, Rosidin berkeinginan membentuk wadah yang bisa meningkatkan skill dan kemampuan masyarakatnya. Khususnya para remaja.

“Di sini jadi tempat pusat bermainnya anak-anak. Mereka setiap hari datang kemari. Sambil bermain, mereka selalu menyempatkan diri membaca. Alamdulillah, anak-anak yang sering ke rumah baca dapat rangking satu A�hingga rangking lima di kelasnya” tutur Rosidin.

Yang menarik, Rumah Baca ini memiliki banyak sekali fungsi. Di pagi hari rumah baca ini hanya menjadi perpustakaan dan tempat bermain bagi anak-anak, A�sore hari, fungsinya berubah menjadi tempat belajar orang dewasa.

“Saat sore hari di sini tempat kursus bahasa Inggris para remaja. Kemudian malam hari, mereka banyak orang tua yang belum bisa baca dan mengaji,” tutur Rosidin.

Para pengajar kursus bahasa Inggris ini adalah anggota komunitas di Desa Sembalun yang memiliki pengetahuan lebih dalam bahasa Inggris. Begitu juga dalam hal belajar Alquran. Setelah mereka yang ikut kursus cukup mahir, nantinya mereka yang melanjutkan untuk menularkan kemampuannya mengajar remaja atau pemuda lainnya.

“Jadi terus saling sambung kami sama-sama belajar bahas Inggris. Lebih kepada bagaimana berkomunikasi aktif,” ungkapnya.

Sehingga keberadaan rumah baca ini kini menjadi salah satu wadah yang memiliki banyak manfaat.

Menurutnya sejak adanya rumah baca ini, banyak kemajuan yang dirasakan. Terutama dalam meningkatkan kekemampuan warga. Selain itu, semangat para pelajar usia dini untuk terus belajar dan sekolah juga dikatakan semakin tinggi.

“Banyak mahasiswa dan pelajar datang kemari untuk belajar. Mereka juga datang kadang membawa buku untuk anak-anak di sini,” tutur Rosidin.

Namun satu hal yang diungkapkan Rosidin sangat ia sayangkan. Hingga saat ini ia mengaku belum ada perhatian dari pemerintah terkait kondisi masyarakat Sembalun yang dirasakannya butuh dukungan untuk memajukan SDM masyarakat.

“Kami tidak menuntut. Paling tidak kami berharap bantuan berupa buku bacaan untuk tambahan koleksi buku,” harapnya. Sayangnya, dua tahun beroperasi A�Rumah Baca ini berdiri, sepertinya luput dari perhatian pemerintah. (HAMDANI WATHONI */r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost