Lombok Post
Kriminal

Gugup, Duo Jambret Cium Aspal

RESIDIVIS: Budi (kiri) harus kembali ke sel usai mengambil tas berisi perhiasan emas. Nampak Wakapolsek Cakranegara AKP I Nyoman Subawa (kanan) saat mengungkap kasus di Polsek Cakranegara, kemarin (18/10).

MATARAM -A�Dua jambret amatir ini mungkin sedang sial. Dua pemuda berinisial HB dan SR ini harus mendekam di balik jeruji sel tahanan Polsek Cakranegara setelah aksi penjambretan yang mereka lakukan gagal membuahkan hasil. Motor yang mereka tumpangi jatuh beberapa saat setelah mencopet telepon genggam milik Nur Andini di Cakranegara Senin (17/10).

Wakapolsek Cakranegara AKP I Nyoman Subawa mengatakan, pelakuA� mengincar pengendara yang menaruh handphone di saku depan motornya. Di jalan raya mereka memepet dan menjambret HP korban.

Korban yang menyadari hal tersebut, sempat melakukan perlawanan. Dia berusaha menarik handphone miliknya dari tangan pelaku. Namun, upaya korban gagal. Pelaku berhasil merampas handphonenya dan langsung melarikan diri.

Namun diwe fortuna rupanya tak berpihak pada pelaku, lima menit setelah berhasil mendapatkan buruan kedua pelaku rupanya terjatuh dari motornya.Melihat itu, korban langsung berteriak maling. Polisi yang kebetulan sedang berpatroli, langsung menangkap pelaku.

a�?Langsung dibawa petugas ke mapolsek,a�? ujarnya.

Selain duo jambret, tim opsnal Polsek Cakranegara juga menangkap terduga pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat), yakni MB alias Budi. Pelaku ditangkap atas dugaan mengambil tas yang berisi uang sebanyak Rp 30 juta milik Fang Kamis (8/9) lalu.

Menurut polisi peristiwa itu terjadi di depan Toko Heron, pria 25 tahun ini mengambil tas berisi perhiasan emas dan handphone milik korban yang tersimpan di dalam mobil.

a�?Langsung kita lakukan penyelidikan usai mendapat laporan dari korban,a�? kata Subawa.

Hasil penyelidikan polisi akhirnya mengarah kepada Budi. Ini berdasarkan barang bukti yang telah dijual pelaku kepada RA. Kepada petugas, RA mengaku membeli barang tersebut dari Budi.

a�?Budi ini merupakan residivis dalam kasus yang sama,a�? ujarnya.

Atas perbuatannya, Budi kembali terancam masuk penjara selama tujuh tahun, berdasarkan Pasal 363 ayat 1 ke-4 KUHP.(dit/r2) A�

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost