Lombok Post
Bima - Dompu

FUI Bima Galang Solidaritas

MASA AKSI: Forum Umat Islam Bima saat menyampaikan aspirasi di depan Polres Bima Kota menuntut proses hukum dikenakan bagi Gubernur DKI Jakarta Ahok yang dinilai telah menistakan agama Islam, Kamis (20/10).

KOTA BIMA – Dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok terancam menghadapi peradilan jalanan. Hal ini disampaikan Forum Umat Islam (FUI) Bima jika perangkat hukum positif Indonesia tidak mampu mengadili Ahok.

“Jangan salahkan kami jika nantiya Ahok akan berhadapan dengan peradilan jalanan. Karena perangkat hukum positif tidak mampu mengadilinya sekarang,” kata Ketua FUI Bima Asikin saat aksi, kemarin.

FUI menilai, sejak mencuatnya dugaan penistaan agama Islam oleh Ahok, tidak ada kejelasan hukum. FUI membeberkan contoh kasus penistaan agama yang dilakukan oleh seorang wanita Nasrani. Wanita tersebut diadili dan dihukum, karena dianggap menghina tempat sesaji umat Hindu di Bali. Kasus lainnya juga menimpa warga Indonesia lain yang dianggap telah menghina Nabi Muhammad SAW. Karena membuat daftar tokoh terkenal dan menempatkan Rasulullah pada urutan ke delapan, dikalahkan oleh artis-artis dunia.

“Lalu kenapa seorang Ahok yang saat ini dengan terang benderang menghina Alquran dan Islam, justru tidak tersentuh sama sekali,” kata Asikin yang disambut teriakan Allahu Akabr dari massa pendemo lain.

FUI secara marathon menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kabupaten Bima, Wali Kota Bima, Polres Bima Kota dan berakhir di DPRD Kota Bima. Isi aspirasi mereka sama, yakni mendukung sepenuhnya sikap MUI yang menilai Ahok telah menghina Islam dan Alquran.

A�FUI Bima mengutuk keras ucapan Ahok karena mengancam stabilitas dan keamanan bangsa. Ucapan Ahok menimbulkan SARA sehingga meminta Ahok diadili. Jika tidak, maka aksi besar-besaran dan massif akan dilakukan oleh ormas Islam seluruh Indonesia.

“Kalau yang benar itu tetap benar dan yang salah itu tetap salah. Kami mendukung apapun sikap yang benar,” kata Sekda Kota Bima H Muhammad Rum yang menerima massa yang demo ke kantor wali kota.(cr-tin/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara