Lombok Post
Metropolis

Proyek Bale Budaya Butuh Rp 10 Miliar

Musabaqah tilawatil quran
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram H Abdul Latif Nadjib

MATARAM – Pemkot Mataram tengah mengerjakan sebuah proyek prestisius di Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Lingkar Selatan. Bale Budaya adalah nama yang disematkan pemerintah terhadap bangunan yang nantinya akan bisa digunakan untuk ragam kegiatan tersebut.

a�?Kalau sampai rampung semua, butuh Rp 10 miliar,a�? kata Kadis Budpar Kota Mataram HA Latif Nadjib, kemarin(23/10).

Terkait anggaran, ia mengatakan berharap sepenuhnya dari pusat. Pada tahun pertama pengerjaan kali ini, pemkot mendapat gelontoran Rp 1,9 miliar. Dengan dana tersebut, pembangunan tahap awal dimulai. Kini pondasi bangunan utama yang berukuran 48 x 48 meter sudah mulai tampak.

a�?Harapannya tiga tahun bisa rampung, sesuai masa jabatan Aman Jilid II,a�? ujarnya.

Keberadaan Bale Budaya tersebut lanjutnya dihajatkan untuk ragam kegiatan Kota Mataram. Yang paling utama, jelas sesuai namanya, untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan kebudayaan. Bale Budaya nantinya menjadi etalase yang memajang ragam budaya Sasak, khususnya Mataram. a�?Termasuk juga budaya bentuk benda dan tak benda,a�? sambungnya.

Dalam bayangannya, ragam pementasan nantinya akan rutin diadakan. Sehingga kelestarian budaya dapat terpelihara, sesuai visi dan misi Pemkot Mataram yang juga menyematkan kata Berbudaya setelah Maju dan Religius. Selain kegiatan budaya yang menyangkut adat istiadat, Bale Budaya juga bisa digunakan untuk ragam aktivitas.

a�?Bisa rapat dinas, pelantikan pejabat, kegiatan olah raga, dan banyak lagi,a�? ujarnya.

Sebelumnya Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan harapannya pada proyek prestisius tersebut. Mengingat fungsinya yang sangat penting, ia berharap bawahannya yang diserahi tugas dapat mengelola dengan baik aset tersebut.

Wali kota meyakini komplek yang menyatu dengan RTH itu dapat menjadi salah satu icon Kota Mataram. a�?Ini untuk masyarakat Mataram,a�? katanya pada sebuah kesempatan. (yuk/r3)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost