Lombok Post
Bima - Dompu

RS Penderita Kusta Terbengkalai

TERBENGKALAI: Inilah kondisi terakhir RS Penyakit Kusta yang ada di Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima yang tidak terurus dan tak berpenghuni.

BIMA-Rumah sakit khusus penderita kusta yang terletak di Desa Panda memprihatinkan. Bangunan yang menghabiskan anggaran negara ini terbengkalai tanpa penghuni. Kondisi bangunan mulai rapuh.Papan nama rumah sakit sudah tidak bisa dibaca lagi.

Bangunan yang diperuntukkan bagi penderita kusta ini, sudah tidak pernah dikunjungi lagi oleh penderita kusta. Petugas kesehatan, dokter dan perawat, pun sudah tidak pernah terlihat.

Dikonfirmasi via telepon, Kepala Bagian Pemberitaan Humas dan Protokol Kabupaten Bima Yan Suryadin mengakui kekosongan rumah sakit tersebut.

“Memang sudah tidak ada petugas kesehatan yang ditempatkan di sana,” kata A�Yan, A�kemarin.

Yan menjelaskan, secara medis para penderita kusta tersebut telah dinyatakan sembuh. Namun, karena alasan tertentu beberapa keluarga yang telah beranak pinak di lingkungan tersebut enggan meninggalkannya.

Hingga saat ini, pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 juta per bulannya. Namun tegas Yan, anggaran tersebut bukan untuk kebutuhan pengobatan melainkan makan minum.

“Kalau pengobatan sudah tidak ada karena mereka sudah dianggap sembuh,” tegasnya.

Lalu bagaimana dana dari pusat danA� provinsi?

“Tidak ada dana dari pusat atau provinsi. Dana yang ada sekarang murni dari APBD kabupaten,” kata Yan.

Status Rumah Sakit Kusta tetap menjadi aset daerah di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima. “RS itu aset pemkab, meskipun sudah tidak ada kegiatan apapun lagi,” katanya.

Soal kondisi yang memprihatinkan ini dirasa wajar karena sudah lama tidak memiliki kegiatan dan berpenghuni. Namun dia memastikan, rumah sakit tersebut berada dalam penguasaan pemkab.

Langkah ke depan yang ingin ditempuh Dinas Kesehata,kata Yan, berkoordinasi dengan bupati untuk menyerahkan persoalan eks penderita kusta ke Dinas Sosial. “Pengalihan penanganan dimungkinkan hanya saja harus berkoordinasi dengan bupati,” pungkasnya. (cr-tin/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara