Lombok Post
Tanjung

Maa��had Tahfiz Darul Iman Diminati Santri Thailand

BERSAMA SANTRI: Bupati Lombok Utara sekaligus pendiri Pondok Pesantren Ma’haad Darul Iman Hidayaturrahman NW Menggala H Najmul Akhyar berfoto bersama para santri.

TANJUNGA�– Pendidikan Islam di Lombok Utara kini tengah berkembang. Beberapa pondok pesantren yang ada di Gumi Dayan Gunung kini diminati santri-santriwati tidak hanya dari NTB. Tetapi juga dari luar daerah bahkan luar negeri.

Seperti Pondok Pesantren Maa��had Tahfiz Darul Iman NW Menggala yang berada di Dusun Bentek, Pemenang. Belum genap satu tahun Ponpes yang mengembangkan konsep green school ini sudah memiliki santri dari berbagai daerah seperti Madura dan Kupang, Nusa Tenggara Timur. a�?Dari Patani Thailand juga ada yang tertarik dan ingin belajar di sini,a�? ungkap H Najmul Akhyar, pendiri Ponpes A�Maa��had Tahfiz Darul Iman NW Menggala pada Lombok Post, kemarin.

Najmul yang juga Bupati Lombok Utara ini menceritakan konsep pembelajaran yang diterapkan pada Ponpes Maa��had Tahfiz Darul Iman NW Menggala adalah konsep sederhana green school atau sekolah sederhana.

Saat ini, santri yang belajar di Ponpes tersebut berasal dari seluruh wilayah NTB termasuk juga dari luar daerah seperti Madura dan Kupang, NTT. Untuk Kurikulum yang diajakan sama seperti ponpes pada
umumnya, namun yang lebih ditonjolkan adalah tahfiz Alquran.

Ditambahkannya, meski belum genap setahun berdiri, sudah banyak tamu yang datang dari luar negeri ingin mengetahui lebih dalam tentang ponpes termasuk dari Thailand. a�?Selain dari Thailand, saat ini juga ada 32 orang asal Singapura,a�? ungkapnya.

Dengan konsep sekolah alam, santri tidak hanya mendapatkan pendidikan seperti ponpes pada umumnya. Di sini santri juga diberikan ilmu terkait pertanian yang dikemas dalam ekstrakulikuler.

Sementara itu, terkait momen peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober, Najmul Akhyar berharap dikotomi di dunia pendidikan harus dihilangkan.

Dalam hal ini dikotomi yang dimaksud Najmul adalah perbedaan perlakuan antara sekolah negeri dengan sekolah swasta termasuk pondok pesantren.

a�?Saya berharap sekat antara negeri dan swasta ini dihilangkan. Saat ini sekolah swasta juga tidak kalah dengan sekolah negeri dalam hal prestasi,a�? ujar Najmul.

Untuk memeringati Hari Santri Nasional sendiri, pihaknya akan menggelar tablig akbar yang akan diikuti ribuan santri dari 64 pondok pesantren yang ada di Lombok Utara yang akan digelar Islamic Center Masjid Agung Baiturrahim Tanjung, hari ini. a�?Tabliq akbar ini akan diisi ustad Bakhtiar Nasir dari Jakarta,a�? cetus Ketua PBNW Lombok Utara ini. (puj/r8)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost