Lombok Post
Praya

Usulkan Perubahan Status Jalan Desa

JALAN DESA: Inilah salah satu jalan desa di Desa Serage, Praya Barat Daya Lombok Tengah yang diusulkan pemerintah desa setempat untuk diubah statusnya, belum lama ini.

PRAYA – Kalangan DPRD Lombok Tengah (Loteng) mengusulkan, agar Pemkab mulai memikirkan perubahan status sejumlah jalan desa. Hal itu dianggap penting, karena pembangunan jalan kabupaten sepanjang 719,61 kilometer (km), sudah hampir rampung 100 persen.

a�?Dengan begitu, kita berharap jalan desa diubah statusnya menjadi jalan kabupaten,a�? kata juru bicara DPRD dapil Praya-Praya Tengah H Ahkam, kemarin (24/10) dalam sidang laporan reses.

Begitu pula sebaliknya, lanjut Ahkam agar jalan kabupaten diusulkan menjadi jalan provinsi, hingga jalan nasional. Saat ini, panjang jalan provinsi di Loteng sendiri, mencapai 179,61 km dan jalan nasional sepanjang 16 km. a�?Mohon Pemkab mempertimbangkannya,a�? kata anggota Komisi III DPRD Loteng itu.

Di Loteng, kata Ahkam masing-masing desa memiliki potensi sumberdaya alam yang layak dijual. Apalagi, Pemkab mencanangkan Loteng sebagai kiblat pariwisata dunia. Untuk menghadapinya, maka infrastruktur jalanA� harus berkualitas. Khususnya, jalan desa.

a�?Kami juga mengusulkan agar, pembangunan pasar dan puskesmas diperhatikan kualitas dan kuantitasnya,a�? sambung jubir dapil Kopang-Janapria Tohri.

Termasuk, kata Tohri fasilitas lapangan umum di Kopang dan Janapria. Yang tidak kalah pentingnya juga, penambahan embung rakyat. Saat ini, jumlah embung rangkat di Kopang-Janapria sendiri ada 28 titik. Sayangnya, kurang optimal menampung air karena sedimentasi.

Anggota Komisi II DPRD Loteng itu pun yakin, di tempat lain mengalami hal yang sama. Tinggal bagaimana, kata Tohri Pemkab mempertimbangkan seluruh aspirasi masyarakat tersebut. a�?Kami berharap, infrastruktur dan fasilitas yang kurang berfungsi, mohon diperhatikan,a�? serunya.

Dalam sidang laporan reses itu sendiri, sempat terjadi hujan-hujanan interupsi. Para wakil rakyat saling mempertanyakan tingkat kehadiran masing-masing. Dari total 50 anggota dewan, yang menandatangani daftar hadir hanya 27 orang. Sisanya, 23 orang absen. Kendati demikian, sidang tetap berjalan sesuai agenda.(dss/r2)

 

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost