Lombok Post
Metropolis

Dokter Muda Unizar Dorong IPM

dokter-1
SIAP MELAYANI MASYARAKAT: Dekan FK Universitas Islam Al-Azhar Mataram Dr.dr. H Artha Budi Susila Duarsa (dua dari kanan/duduk) foto bersama dokter muda Unizar usai diambil sumpahnya di Auditorium Abdurrahim Unizar Mataram, kemarin (25/10).

MATARAM – Sebanyak 19 lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Mataram diambil sumpahnya. Sumpah Dokter Periode XIV 2016 digelar di Auditorium Abdurrahim Unizar Mataram, kemarin (25/10).

Hingga Oktober 2016, FK Unizar Mataram sudah mengambil sumpah 115 dokter yang saat ini mengabdi di berbagai instansi pemerintah maupun swasta.

Dalam pengambilan sumpah tersebut hadir pihak Yayasan Unizar Mataram, Wakil Rektor I Dr. Moh Anshar, Dekan FK Unizar Mataram Dr.dr.HA�Artha Budi Susila Duarsa, Wakil Dekan I dr. Ling,A� Wakil Dekan II Dr. Indradjid, Wakil Dekan III Putu Dedi Arjita, dan Ketua IDI NTB dr I Komang Gerudug.

Mereka yang disumpah, telah lulus uji kompetensi dan menyandang gelar dokter setelah menyelesaikan perkuliahan di Fakultas Kedokteran Unizar Mataram.

Sebelum diambil sumpahnya, 19 dokter ini terlebih dahulu mengadakan Continuing Medical Edication (CME) ke-5 dengan tema a�?Menuju Jiwa yang Cerdas dan Bersih tanpa Narkoba. Kegiatan ini merupakan rangkaian sebelum dilaksanakan sumpah dokter.

a�?Para dokter akan mejalani internship selama satu tahun di dua tempat. Rumah sakit delapan bulan dan empat bulan di puskesmas,a�? kata HA�Artha Budi Susila Duarsa.

Acara pelantikan ini diisi dengan cara melafalkan sumpah dokter, penandatanganan naskah lafal sumpah dokter oleh dekan, rohaniawan, dan dokter muda baru.

Selain itu, pengucapan lafal dan penandatanganan lafal sumpah dokter dikukuhkan menurut agama masing-masing para dokter muda baru. Acara juga dilengkapi dengan penyerahan ijazah dan penyematan tanda alumni kepada para dokter. Serta penyerahan para dokter muda baru secara simbolis kepada Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) NTB dr I Komang Gerudug.

Tujuannya, para dokter muda baru yang meninggalkan almamaternya agar selalu mendapatkan bimbingan dan pengawasan yang baik dari IDI.

Budi mengatakan, sumpah doker ini artinya sudah menyandang dokter dengan melewati standar kompetensi yang merupakan standarisasi dokter Indonesia. Setelah disumpah, dokter akan melaksanakan internship untuk mendapat Surat Tanda Registrasi (STR) kemahiran. a�?Kalau sudah ada STR dokter bisa buka praktik,a�? ucapnya.

Ia menyatakan, lulusan dokter Unizar banyak bekerja di instansi pemerintah dan swasta. Kompetensi mereka cukup memadai untuk melayani masyarakat. Selama melaksanakan tugas mereka diminta tetap mengikuti perkembangan ilmu kedokteran. Dengan cara mengikuti workshop, seminar, dan sebagainya.

Ia berharap dokter yang diambil sumpahnya ini bisa mengamalkan apa yang didapatkan di bangku perkuliahan dan bisa melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. a�?Bisa menjadi dokter yang Rahmatan Lil Alamin. Dan siap ditempatkan dimana saja,a�? imbuhnya.

Sementara I Komang Gerudug mengaku cukup bangga Unizar kembali melahirkan dokter muda. Apalagi saat ini NTB kekurangan dokter, terutama di daerah terpencil. Dokter ini harus memiliki beberapa sikap dan ilmu. Pertama rendah hati. Ia menuturkan, profesi dokter ini bukan segala-galanya. Bukan seperior atauA� superman.A� Dokter ini profesi luhur yang harus dilaksanakan dengan kerendahan hati. a�?Bukan berarti rendah diri,a�? sebutnya.

Ia mengungkapkan, di atas langit ada langit. Baru mendapat gelar dokter tidak lantas berhenti belajar. a�?Ini salah. Dokter harus tetap belajar mengikuti perkembangan ilmu,a�? ucapnya.

Ia mencotohkan, sekarang ini sakit kepala ratusan macamnya. Saki tulang ratusan juga macamnya. Jangan hanya dengan minum obat di warung saja obatnya. a�?Ini harus dipelajari dokter,a�? katanya.

Ia menuturkan, Indonesia merupakan A�negara berkembang . Begitu juga dengan penyakit semakin banyak jenisnya. a�?Jangan pernah merasa diri cukup,a�? pintanya.

Ia juga meminta kepada pemerintah jangan hanya menyuruh dokter ke daerahA� terpencil tanpa memikirkan kehidupannya. Jangan sampai mereka ditelantarkan. Saat ini gaji dokter di daerah terpencil sekitarA� Rp 1,5 sampai Rp 2 juta. a�?Biaya pendidikan per bulan di bangku kuliah saja lebih dari itu. Harus ada perhatian pemerintah,a�? sebut Gerudug.

Ia melihat dokter hanya dituntut bekerja maksimal. Tidak dibarengi dengan kehidupan layak. Mestinya dokter mendapat kehidupan layak. Dan ada fasilitas penunjang dalam karirnya. a�?Ini pemerintah belum menyediakan fasilitas,a�? ujarnya.

Ia mencotohkan, kejadian di Bengkulu beberapa waktu lalu puluhan anak tersumbat telinganya belum ditangani maksimal karena belum ada fasilitas. Puskesmas tidak memiliki alat mengeluarkan kotoran di telinga. a�?Beda dengan Malaysia yang selalu mendukung dan memfasilitasi dokter,a�? sindirnya.

Ia meminta kepada pemerintah menyiapkan fasilitas dan sarana yang cukup. Tenaga dokter juga diberikan upah yang pantas. a�?Di suruh mereka di desa inpres. Beli beras dokter tidak cukup,a�? ucapnya.

Sementara itu Wakil Rektor IA� Unizar Mataram Dr Moh Anshar mengatakan akan terus berusaha mencetak dokter berkualitas, bertaraf nasional yang menghasilkan lulusan dokter yang berorientasi layanan primer dengan keunggulan di bidang kedokteran yang islami, profesional, berakhlak mulia, mandiri dan mampu bekerja interdisipliner.

Untuk lulus dan mendapat gelar dokter, pendidikan yang harus dilalui di FK Unizar. Yakni Pendidikan S1 selama empat tahun dan pendidikan profesi dokter selama dua tahun. Setelah itu, mahasiswa harus lulus ujian kompetensi. Yakni UKMPPD.A�a�?Kami mengharapkan lulusan FK Unizar menjadi dokter profesional. Selalu berjuang untuk kemaslahatan umat. Mengimplementasikan nilai-nilai islami sebagai dokter yang kompeten sesuai dengan standar kompetensi dokter Indonesiaa�? tandasnya. (jay/r8/adv)

Berita Lainnya

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

Redaksi LombokPost

Rumah Belum Jadi, Tenda Kemasukan Air

Redaksi LombokPost

Pasca Gempa, BPS Belum Keluarkan Data Kemiskinan

Redaksi LombokPost

Kalau Lagi Mood, Lima Jam Bisa Selesai

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost