Lombok Post
Giri Menang

Ini Gara-Gara Kecimol

KORBAN PENGANIAYAAN: Hendri Febriawan (25) korban penganiayaan Kades Bagik Polak menunjukkan bukti baju yang ia kenakan saat peristiwa di rumahnya, kemarin (25/10).

GIRI MENANG – Kepala DesaA� Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Amir Amrian Putra dilaporkan oleh salah seorang warganya ke Polsek Labuapi. A�Ia dilaporkan, karena diduga telah melakukan penganiayaan.

Korban mengaku dilempar gelas sehingga menyebabkan kelingking kirinya sobek pada Senin (23/10) malam. Hendri memberikan keterangan ke beberapa awak media di rumahnya di Dusun Karang Kebon Timur, kemarin (25/10). a�?Saya melapor karena keluarga saya tidak terima dengan tindakan kades,a�? ungkapnya.

Dijelaskan, peristiwa itu berlangsung pada Senin malam sekitar pukul 21.00 Wita. Kegiatan musyawarah soal nyongkolan menggunakan kecimol di rumah salah seorang warga bernama Adi di Dusun Karang Kebon Timur.

Kades Bagik Polak, Amri bersama tokoh agamaA� setempat kebetulan juga hadir dalam musyawarah itu. Di tengah-tengah musyawarah, sempat terjadi perbedaan pendapat, antara teman korban bernama Rony dengan pelaku. a�?Waktu itu Rony bilang bapak egois (pelaku),a�? tuturnya Hendri menirukan suara temannya Rony.

Merasa keberatan di bilang egois, pelaku kata Hendri kemudian bertanya kepada warga yang hadir. a�?Dengan nada tinggi, pak kades bilang siapa yang bilang egois,a�? ujarnya.

Karena tidak ada satu pun yang nyaut, pelaku kata Hendri sebenarnya sudah tahu. Sehingga akhirnya melempar gelas yang berisi air kopi ke arah korban yang duduk disebelah Rony.

Agar tidak mengenai kepala, korban kemudian menggunakan tangan kiri untuk menangkis gelas yang melayang. Karena jarak korban dengan pelaku hanya dua meter, gelas berisi air kopi itu pecah hingga menyebabkan jari kelingking korban sobek.

a�?Mungkin pak kades sudah terlanjur emosi. Dia kira saya yang ngomong begitu,a�? sesalnya.

Sementara itu, paman korban Dedy Iskandar yang mendampingi korban menilai, peristiwa penganiayaan oleh aparat desa ini adalah bentuk sikap yang tidak terpuji. Apalagi Kades menjadi pemimpin yang harus memberi contoh yang baik terhadap warganya. “Semestinya dia (Kades) berpikir panjang bahwa ini adalah negara hukum,a�? katanya.

Soal kebijakan kepala desa yang tidak ingin menggunakan kecimol saat nyongkolan. Dedy mengaku, masyarakat paham. Namun jika memang kades tidak menerima usulan dari warga, tidak begitu caranya menolak. a�?Kalau menolak kan bisa dengan cara baik-baik,a�? katanya.

Dedy mengatakan, karena sudah terlanjur kesal dengan sikap pelaku, pihak keluarga memutuskan untuk tidak berdamai dan melanjutkan kasus itu. a�?Masalah kecimol oke bisa kami terima, kami bisa ikuti kebijakan desa. Tapi soal ini lain lagi,a�? pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Bagik Polak Amir Amrian Putra mengatakan, terkait penganiayaan ia mengaku spontan. Karena tidak menerima atas sikap korban yang menjadi provokator warga lain saat musyawarah. a�?Kita lagi duduk-duduk musyawarah, malah dia (korban) datang memprovokasi warga yang sudah sepakat,a�? katanya.

Lebih lagi yang tidak bisa diterima, sikap korban saat musyawarah menunjuk menggunakan tangan kiri. Sehingga ia pun spontan melempar gelas ukuran kecil ke arah korban. “Dia bilang, gendang belek kok boleh, kecimol kenapa tidak bisa,a�? ungkapnya menirukan kata-kata korban waktu itu.

Sementara, Kapolsek Labuapi Iptu Sugeng Aristo membenarkan adanya laporan penganiyaaan tersebut. Ia membenarkan bahwa Kades Bagik Polak menjadi terlapor. a�?Laporannya sudah kami terima Senin (23/10) malam, sekitar pukul 21.00 Wita,a�? katanya.

Ditanya sudah sejauh mana proses yang dilakukan, Sugeng menjelaskan masih dalam tahapan penyidikan. “Yang pasti masih dalam pemanggilan saksi,a�? tegasnya. (zen/r5)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost