Lombok Post
Kriminal

Kapolda: Inovasi Jangan Sekadar Seremonial

TINJAU: Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono melihat aplikasi yang dibuat sejumlah polres se-NTB, di gedung sasana darma, Polda NTB, kemarin (25/10).

MATARAMA�– Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono mengapresiasi inovasi yang dilakukan sejumlah Polres untuk mempermudah pelayanan publik. Seperti upaya Polres Mataram yang memperkenalkan aplikasi seluler untuk pembuatan SIM.

a�?Kita terus berupaya, karena ini memang menjadi tuntutan zaman dan masyarakat,a�? kata Umar saat launching teknologi informasi di Gedung Sasana Darma, Polda NTB, kemarin (25/10).

Umar mengatakan, polisi dewasa ini sudah tidak bisa tertutup lagi dalam melayani masyarakat. Tidak bisa pula melayani dengan sesuka hatinya. a�?Sekarang ini, maunya rakyat apa, itu yang akan kita ikuti. Tidak bisa lagi bertahan dengan pelayanan yang suka-suka saya,a�? ujarnya.

Hanya saja, terkait inovasi yang telah dilakukan polres se-NTB, Umar menekankan agar tidak sekadar seremonial belaka. Di mana setelah melakukan launching, inovasi tersebut tidak terimplementasi dengan baik.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Umar menegaskan akan rutin melakukan pengecekan. Ia tidak ingin layanan yang akan memudahkan masyarakat dalam pelayanan, menjadi terbengkalai.

a�?Hilangkan gaya-gaya lama itu, setelah launching kemudian bubar. Jangan sampai ini hanya seremonial saja, saya akan cek terus,a�? tegas Umar.

Lebih lanjut, kata Umar, inovasi yang dilakukan jajarannya butuh dukungan masyarakat. Upaya pemberantasan pungli yang dilakukan polisi, akan percuma bila masyarakat terus memberi peluang terjadinya pungli .

a�?Ini ada dua sisi, polisi dan masyarakat. Kalau satu sisinya berbenah menuju kebaikan, sisi lain tidak, maka sulit terwujud cita-cita pemberantasan pungli itu,a�? kata Umar.

Dalam launching teknologi informasi (IT), kemarin, seluruh polres dan Itwasda Polda NTB menampilkan aplikasi terbaru mereka. Seperti yang dilakukan Polres Dompu. Kepada Kapolda, Kapolres Dompu AKBP Jon Wesly mengatakan jajarannya telah membuat aplikasi alarm speed dial. Aplikasi tersebut memudahkan masyarakat untuk memberitahu polisi bila terjadi tindak kejahatan.

a�?Cukup menekan salah satu tombol di handphone, yang sebelumnya telah disinkronkan dengan server di Polres Dompu. Nanti ketika ditekan, alarm akan langsung berbunyi,a�? jelas Jon Wesly.

Tak mau kalah, Polres Bima Kota membuat aplikasi pengaduan online, dimana masyarakat bisa langsung menulis aduan terkait kinerja aparat Polres Bima Kota. Bukan itu saja, di tahun depan, Polres akan melibatkan Pemkot Bima untuk membuat aplikasi panic button.

a�?Nantinya panic button akan terhubung langsung dengan sejumlah objek vital seperti rumah sakit dan kantor polisi,a�? kata Kapolres Bima Kota AKBP Ahmad Nurman Ismail.

MATARAM– Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono mengapresiasi inovasi yang dilakukan sejumlah Polres untuk mempermudah pelayanan publik. Seperti upaya Polres Mataram yang memperkenalkan aplikasi seluler untuk pembuatan SIM.

a�?Kita terus berupaya, karena ini memang menjadi tuntutan zaman dan masyarakat,a�? kata Umar saat launching teknologi informasi di Gedung Sasana Darma, Polda NTB, kemarin (25/10).

Umar mengatakan, polisi dewasa ini sudah tidak bisa tertutup lagi dalam melayani masyarakat. Tidak bisa pula melayani dengan sesuka hatinya. a�?Sekarang ini, maunya rakyat apa, itu yang akan kita ikuti. Tidak bisa lagi bertahan dengan pelayanan yang suka-suka saya,a�? ujarnya.

Hanya saja, terkait inovasi yang telah dilakukan polres se-NTB, Umar menekankan agar tidak sekadar seremonial belaka. Di mana setelah melakukan launching, inovasi tersebut tidak terimplementasi dengan baik.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Umar menegaskan akan rutin melakukan pengecekan. Ia tidak ingin layanan yang akan memudahkan masyarakat dalam pelayanan, menjadi terbengkalai.

a�?Hilangkan gaya-gaya lama itu, setelah launching kemudian bubar. Jangan sampai ini hanya seremonial saja, saya akan cek terus,a�? tegas Umar.

Lebih lanjut, kata Umar, inovasi yang dilakukan jajarannya butuh dukungan masyarakat. Upaya pemberantasan pungli yang dilakukan polisi, akan percuma bila masyarakat terus memberi peluang terjadinya pungli .

a�?Ini ada dua sisi, polisi dan masyarakat. Kalau satu sisinya berbenah menuju kebaikan, sisi lain tidak, maka sulit terwujud cita-cita pemberantasan pungli itu,a�? kata Umar.

Dalam launching teknologi informasi (IT), kemarin, seluruh polres dan Itwasda Polda NTB menampilkan aplikasi terbaru mereka. Seperti yang dilakukan Polres Dompu. Kepada Kapolda, Kapolres Dompu AKBP Jon Wesly mengatakan jajarannya telah membuat aplikasi alarm speed dial. Aplikasi tersebut memudahkan masyarakat untuk memberitahu polisi bila terjadi tindak kejahatan.

a�?Cukup menekan salah satu tombol di handphone, yang sebelumnya telah disinkronkan dengan server di Polres Dompu. Nanti ketika ditekan, alarm akan langsung berbunyi,a�? jelas Jon Wesly.

Tak mau kalah, Polres Bima Kota membuat aplikasi pengaduan online, dimana masyarakat bisa langsung menulis aduan terkait kinerja aparat Polres Bima Kota. Bukan itu saja, di tahun depan, Polres akan melibatkan Pemkot Bima untuk membuat aplikasi panic button.

a�?Nantinya panic button akan terhubung langsung dengan sejumlah objek vital seperti rumah sakit dan kantor polisi,a�? kata Kapolres Bima Kota AKBP Ahmad Nurman Ismail. (dit/van/r2)

Berita Lainnya

Baiq Nuril Siap Ajukan PK

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Kenali Modus Jambret

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Berkas TPPO Riyadh Kembali Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Penyidik Dalami Mekanisme Pembelian Buku

Redaksi LombokPost

Perantara Judi Togel Hongkong Ditangkap di Gegutu

Redaksi LombokPost

MA Batalkan Pembebasan Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Pelaku Curat Tertangkap, Satu Masih Buron

Redaksi Lombok Post