Metropolis

Keburu Diserobot Hantu Pak!

pmk

MATARAM – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram untuk memfungsikan kantor baru pemadam kebakaran (PMK), tidak terealisasi. Padahal, bangunan dengan warna dominan biru dongker itu sudah siap pakai.

a�?Oh itu soal kantor PMK, ada pengerjaan tambahan di APBD Perubahan ini,a�? kata Kepala BPKAD Kota Mataram, Yance Hendra Dirra.

Pengerjaan itu meliputi sejumlah item. Diantaranya, penambahan tralis, instalasi listrik dan gorden. Yance menegaskan tidak ada persoalan lain. a�?Nanti kalau tralinya ndak ada, keburu di bobol maling dong,a�? celetuknya.

Pada prinsipnya, peresmian kantor bersama di lingkar selatan itu sudah dilakukan pemerintah. Tepat pada hari ulang tahun Kota Mataram, 31 Agustus lalu. Jadi, janji gedung mulai ditempati Agustus seperti yang dijanjikan sebelumnya, tidak ada yang diingkari.

Pihak PMK bisa saja mulai menempati. Tetapi, dikhawatirkan menganggu pengerjaan tambahan. Karena itu, idealnya kantor itu sebaiknya ditempati awal Januari tahun 2017.

a�?Ya, bisa ditempati sekitar tanggal 2 Januari lah,a�? tandasnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram I Gede Wiska berseloroh kantor itu bisa saja kedahuluan ditempati hantu, jika dibiarkan kosong dalam jangka waktu lama. Apalagi, dengan kondisi kantor terbuka. Tanpa, tembok. Orang-orang bisa leluasa keluar masuk, hingga dimanfaatkan untuk berbuat negatif.

a�?Iya, penunggunya bisa banyak, kalau tidak ditempati dalam waktu lama,a�? celetuk, Wiska.

Namun, pihaknya mencium, kekeliruan perencanaan yang dilakukan pemkot. Harusnya, lanjut Wiska, kantor PMK yang didanai dan dihibahkan pemeritah pusat, ada penyertaan anggaran daerah untuk kelengkapannya. Seperti, meubeler, tralis, gorden, AC dan lain-lain.

a�?Kemarin (25/10). di APBD 2016 tidak dianggarkan,a�? ungkapnya.

Wiska sendiri belum tahu, apa yang menyebabkan, perencanaan itu tidak sempurna. Sehingga, meski bangunan sudah siap ditempati, nyatanya belum juga ditempati.

Kasus kantor PMK ini, lanjut dia, mirip dengan yang terjadi pada kantor Satpol PP Kota Mataram. Bangunan gedung sudah ada, tetapi fasilitas penunjangnya, tidak ada.

a�?Belum tahu ya, apa ini kelalaian atau disengaja. Tapi kalau lalai, kayaknya aneh masa perencanaan daerah dan pusat bisa tidak matang,a�? sindirnya.

Opsi lain bisa saja dilakukan. Dengan, memindahkan fasilitas perkantoran lama ke kantor yang baru. Tetapi draf berkas hibah yang ditandatangani harus jelas. Jangan sampai, ada penyertaan anggaran daerah dalam poin kesepakatan. Padahal realita fisik tidak ada. (zad/r5)

Related posts

Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram Kebakaran Jenggot, kok Bisa?

Redaksi Lombok post

Pemerintah Lembek, Pedagang Semaunya

Redaksi Lombok post

Pemprov Tidak Sudi

Redaksi Lombok Post