Lombok Post
Sumbawa

Kuburan Dibongkar setelah Setahun Dikubur

sejumlah keluarga korban histeris saat otopsi di lakukan.

SUMBAWAA�– Untuk mengetahui penyebab kematian Supri Haryanto, 51 tahun, polisi melakukan otopsi, kemarin.Pegawai Kementerian PU yang dikuburkan tahun lalu itu meninggal dengan tidak wajar. Dia ditemukan tewas di jalan dengan kondisi bakar seperti terbakar.

Pantauan Radar Sumbawa (Lombok Post Group) saat otopsi di lakukan sejumlah keluarga korban histeris. Otopsi ini dilakukan oleh tim Polda NTB sebanyak enam orang. Tim otopsi terdiri dari Direskrimum dan Dokkes Polda NTB. Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Yusuf Tauziri bersama sejumlah anggotanya juga hadir di lokasi.

Otopsi dilakukan di kuburan korban yang terletak di tempat pemakaman umum (TPU) Kelurahan Brang Biji. Di lokasi juga tampak Kadis Sosial Sumbawa Sirajuddin dan sejumlah teman kerja korban.

Kegiatan otopsi ini mulai dilaksanakan pada pukul 09.30 Wita. Di lokasi otopsi, dipasangi terop dan karung putih sebagai pembatas. Di sekitar lokasi juga dipasangi garis polisi. Keluarga korban, seperti istri, anak dan menantunya juga terlihat di lokasi.

Saat jenazah korban dikeluarkan dari kubur untuk diotopsi, keluarga korban mulai menitikkan air mata. Bahkan, istri korban langsung berteriak histeris. Wanita itu terpaksa dipapah dan didudukkan di atas kursi di samping pembatas lokasi otopsi. Sejumlah kerabat korban yang lain kemudian mencoba untuk menenangkan wanita tersebut.

Tidak lama, salah seorang anak korban juga menangis dan histeris. Bahkan wanita itu nyaris tidak sadarkan diri. Anak korban sepertinya tidak menerima kematian korban yang tidak wajar.

Setelah sekitar dua jam, akhirnya otopsi selesai. Kemudian jenazah korban kembali dikuburkan di lokasi semula. Ditemui usai kegiatan, Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Yusuf Tauziri mengatakan, otopsi ini dilakukan berkaitan dengan penemuan jenazah korban pada tanggal 7 Oktober 2015 lalu. Saat itu korban dikabarkan menghilang tiga hari sebelumnya, yakni pada tanggal 4 Oktober 2015. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

a�?a��Waktu itu kami dari Satreskrim sudah menyampaikan permohonan izin kepada keluarga untuk dilakukan otopsi. Hanya saja waktu itu pihak keluarga menolak. Sudah ada juga berita acara penolakannya,a�? ujarnya.

Sebelumnya sudah diyakinkan kepada keluarga bahwa kematian tidak wajar itu penyebabnya hanya bisa dipastikan melalui otopsi. Tapi saat itu keluarga korban menolak. Belakangan pihak keluarga korban datang dan menyatakan kesiapan untuk dilakukan otopsi. Karena itu, pihaknya melakukan otopsi terhadap jenazah korban.

Saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari tim kedokteran forensik. Setelah ada hasil, pihaknya akan kembali memeriksa sejumlah saksi yang sebelumnya sudah dimintai keterangan. Yang paling utama adalah pemeriksaan saksi yang melihat korban pada terakhir kalinya.

a�?a��Untuk sementara hasilnya belum bisa disimpulkan. Nanti tim kedokteran forensik. Sekarang mereka sedang bekerja,a�? terangnya.

Kematian Supri Haryanto, PNS dari Kementerian PU yang tinggal tinggal di Kelurahan Lempeh ini sungguh mengenaskan. Jasadnya ditemukan seperti terbakar di KM 56 pinggir jalan raya Sumbawa-Lunyuk. Sebelumnya, korban dikabarkan hilang tiga hari sebelumnya. Korban tidak pulang ke rumah bertugas mengawasi pengerjaan jalan di Kecamatan Lunyuk. (run/r4)

 

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya