Lombok Post
Metropolis

Makan Cilok, 27 Anak Terkapar

MATARAM – Sedikitnya 27 murid SDN 28 Mataram di Pagesangan Timur keracunan. Mereka sakit perut dan mual-mual usai mengkonsumsi jajanan cilok yang dijual di depan halaman sekolahnya.

“Rasanya mual, mau muntah, sakit,a�? keluh Dinas Apriana, salah satu murid.

Karena banyaknya korban yang berjatuhan, pihak sekolah sempat kesulitan mengatasi keadaan. Mereka yang awalnya hanya memberi minum siswa dan berusaha mengobati dengan minyak kayu putih dan balsem memutuskan mengambil langkah lanjutan. Puluhan siswa secara bergantian dilarikan ke Puskesmas Pagesangan.

Pihak puskesmas mencatat tak kurang dari 23 anak diberi pertolongan. Mereka diberikan sejumlah obat minum untuk meredakan sakit yang dialami.

Keadaan sempat makin genting ketika tak tampak perubahan setelah beberapa saat anak-anak itu mengkonsumsi obat. Pihak puskesmas bahkan bersiap memberikan asupan cairan melalui infus. a�?Tadi sempat siap-siap juga rujuk ke RSUD Mataram,a�? kata seorang petugas, Ni Luh Ayu.

Namun, sesaat sebelum infus hendak diberikan, kondisi para siswa berangsur membaik. Pihak sekolah lantas memutuskan membawa pulang semuanya.

Infomasi yang dihimpun Lombok Post, cilok tersebut dijajakan SM (32) yang beralamat di Gebang. Sesaat setelah kejadian, ia sempat berusaha dicari pihak sekolah, namun si pedagang telah berlalu.

Polsek Pagutan lantas mencari si penjual cilok, hingga akhirnya ditemukan di tempat tinggalnya. Cilok yang disajikan pada korban juga langsung disita. Bersamaan dengan itu, keterangan sejumlah korban, saksi, dan si penjual cilok juga terus dikumpulkan.

Terpisah, Mudaera, orang tua salah satu korban mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pada saat jam istirahat. Anaknya Ahmad Darmawan beserta puluhan rekannya membeli cilok di depan sekolah. “Kayaknya cilok itu sudah basi dan dijual kembali,” duganya.

Menanggapi kejadian itu, Asisten II Pemkot Mataram Wartan yang beberapa hari terakhir memimpin operasi pencegahan makanan berbahaya menegaskan timnya akan terus bekerja. Patroli diintensifkan dan sekolah menjadi salah satu lokasi yang kini ikut diawasi ketat.

Keracunan massal terhadap puluhan siswa tersebut menurutnya menjadi gambaran kalau semua pihak tak boleh lengah. a�?Ini peringatan buat kita semua,a�? ujar mantan Kadis Koperindag Kota Mataram ini.

Keberadaan tim yang turun melakukan operasi, lanjut Wartan, memang untuk meminimalisir segala potensi buruk yang mungkin terjadi. Sayangnya tim itu tak menemukan sejumlah unsur makanan berbahaya dalam sejumlah operasi yang dilakukan sejak pekan lalu.

Terpisah Kadis Dikpora Kota Mataram Sudenom mengatakan kejadian itu menjadi cambuk bagi pihak sekolah. Saat itu juga, ia mengeluarkan instruksi lisan untuk seluruh sekolah di Mataram. a�?Saya perintahkan sekolah awasi seluruh pedagang di seputaran kawasannya,a�? tegasnya.

Menghindari kejadian serupa, ia bahkan meminta para guru mengarahkan siswa untuk tak sembarangan berbalanja. Kantin sekolah menurutnya bisa menjadi solusi untuk mencegah anak-anak jajan sembarangan.

“Saya rasa makanan di kantin lebih higienis, arahkan siswa ke sana, tapi makanan di kantin juga harus diawasi,a�? pesannya.

Untuk solusi jangka panjang, ia mengatakan akan meminta bantuan dinas kesehatan dan pihak terkait melakukan pemeriksaan pada para pedagang di lingkungan sekolah. a�?Misalnya yang sudah dinyatakan laik diberi stiker,a�? ujarnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Mataram AKP Haris Dinzah mengatakan, pedagang cilok kini telah diamankan beserta barang bukti. Pelaku MY merupakan orang luar NTB yang tinggal di Gebang.

“Sampel cilok kini dibawa ke BPPOM untuk mengetahui kandungan di dalamnya,a�? pungkas Haris saat meninjau ke Puskesmas Pagesangan. (yuk/fer/r5)

Berita Lainnya

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

Redaksi LombokPost

Rumah Belum Jadi, Tenda Kemasukan Air

Redaksi LombokPost

Pasca Gempa, BPS Belum Keluarkan Data Kemiskinan

Redaksi LombokPost

Kalau Lagi Mood, Lima Jam Bisa Selesai

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost