Lombok Post
Giri Menang

Tak Punya Kursi Roda, Duduknya Hanya di Baskom

TOLONG DIBANTU: Ainaya bocah lumpuh digendong oleh ibunya Misnah di kediamannya di Dusun Tenges-enges, Desa Belaka, Kecamatan Gerung, kemarin (25/10).

Sudah hampir tujuh tahun, Ainaya terbaring lemah di rumahnya. Ia tidak bisa beraktivitas seperti anak seusianya. Karena sebagian besar tubuhnya tidak bisa digerakkan.

***

Wajah manis Ainaya membuat siapa pun yang melihat pasti jatuh hati. Ainanya bukan bocah biasa. Pada usia yang baru memasuki enam bulan sejak kelahirannya, dia harus merasakan kesakitan. Mimpinya bisa tumbuh seperti anak-anak pada umumnya harus pupus.

Jika bocah lain seumuran Ainaya bisa berlari dan beraktivitas, dia tidak. Untungnya, Ainaya bisa berbicara sedikit walaupun apa yang ducapkan tidak terlalu jelas.

a�?Dari umur enam bulan, kakinya tidak bisa digerakkan,a�? kata Misnah, sang ibunda.

Ainaya lumpuh di kedua kakinya. Sementara anggota tubuhnya yang lain bisa bergerak. Menurut penuturan sang ibu, Ainaya lahir dengan kondisi normal. Hanya saja pertumbuhannya mulai terlihat aneh ketika masuk enam bulan. Dia sering kejang-kejang disertai tubuh yang panas. Dan kini berujung pada kelumpuhan.

Setiap hari kondisi Ainaya hanya bisa berbaring dilantai. Kedua kaki sudah tidak bisa digerakkan bagaimana pun caranya. Ketika sang ibu melakukan pekerjaan rumah, A�Ainaya akan ditaruh dalam bak besar.

a�?Dia tidak bisa duduk, terpaksa ditaruh di bak,a�? katanya.

Maklum saja, akibat keterbatasan ekonomi, bapaknya Mun yang bekerja serabutan belum mampu membeli kursi roda. Untuk perawatan jangan ditanya, ia dirawat seadanya.

Bocah yang tinggal di Dusun Tenges-enges, Desa Belaka, Kecamatan Gerung ini bukannya tidak pernah dibawa berobat. Namun kata keluarganya sudah percuma. Mereka kini hanya pasrah.

Apalagi di puskesmas yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Ia hanya mendapat jatah satu kali pengobatan. Itu pun sudah tidak bisa ditangani. Karena lumpuhnya dikatakan lumpuh total.

Keinginan Misnah untuk kesembuhan anaknya sudah pupus. Harapannya kini tidak muluk-muluk. Hanya ingin melihat anaknya bermain seperti anak seusianya. Walaupun hanya dengan menggunakan kursi roda. (Muhammad Zainuddin/ Giri Menang/r5)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost