Lombok Post
Praya

200 Mantan TKI Terima Bantuan UEP

salurkan-bantuan
SALURKAN BANTUAN: Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin (kanan), didampingi Kepala Dinas Sosial dan Catatan Sipil NTB Ashanul Khalik, usai menyalurkan bantuan UEP di Gedung PKK Lombok Tengah kemarin (26/10).

PRAYA – Sedikitnya 200A� mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), asal Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Tengah (Loteng), menerima bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Mereka itu adalah, korban tindak kekerasan para majikan di luar negeri dan korban perdagangan orang.

a�?Per orang kita salurkan bantuan sebesar Rp 3 juta,a�? kata Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin, kemarin (26/10) dalam sambutannya di Gedung PKK Loteng.

Bantuan UEP itu sendiri, kata Amin diharapkan mampu mengubah perekonomian mereka dengan membuka usaha. Dengan begitu, mereka tidak lagi bekerja keluar negeri sebagai TKI.

Total bantuan yang disalurkan sebesar Rp 600 juta. Di tahun 2017 mendatang, pemerintah provinsi melalui Dinas Sosial dan Catatan Sipil (Dinsos) NTB pun, akan menyiapkan program pendampingan UEP, termasuk bantuan modal kembali.

a�?Semoga melalui bantuan UEP ini, kita bisa menekan angka pencari kerja ke luar negeri,a�? harap orang nomor dua di Bumi Gora tersebut.

Amin menambahkan, 200 penerima bantuan UEP itu merupakan, korban tindak kekerasan para majikan di luar negeri dan korban perdagangan orang. Kasus semacam itu tekannya tidak boleh terjadi lagi, sehingga solusinya adalah, pengembangan ekonomi dan usaha di daerah.

a�?Alhamdulillah, kita bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Mohon para penerima memanfaatkannya,a�? sambung Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri.

Orang nomor dua di Loteng itu mengaku prihatin mendengar banyaknya TKI/TKW yang yang mendapatkan kekerasan fisik, baik penganiyayaan maupun pemerkosaan. Belum lagi, kasus perdagangan orang. a�?Kita berharap, begitu KEK Mandalika Resort terbangun, kita tidak perlu lagi bekerja ke luar negeri,a�? kata Pathul.

Peluang pekerjaan di dalam negeri, kata Pathul harus diperbanyak. Sehingga, dengan usaha baru yang dilaksanakan 200 orang mantan TKI/TKW tersebut, paling tidak menyerap tenaga kerja baru, antara satu atau dua orang. a�?Bantuan yang kita berikan ini untuk kegiatan produktif, bukan konsumtif,a�? tambah Kepala Dinsos NTB Ahsanul Khalik.

Jika sukses, kata Ahsanul maka bantuan yang sama kembali digelontorkan. a�?Sekali lagi, bantuan yang diberikan ini untuk pemberdayaan masyarakat. Mohon digunakan sebaik-baiknya,a�? tekannya.(dss/r2)

Berita Lainnya

Pemerintah Sosialisasi Pembangunan Jalan LIA-KEK

Redaksi LombokPost

Job Fair Sediakan 5.255 Lowongan

Redaksi LombokPost

Sarankan Pelatihan Singkat untuk Pekerja KEK Mandalika 2020

Redaksi LombokPost

Loteng Termasuk Pengirim TKI Illegal Terbesar

Redaksi LombokPost

Kemenag Loteng Bersiap Dirikan PLHUT

Redaksi LombokPost

Loteng Gelar Festival Kuliner Tempo Doeloe

Redaksi LombokPost

LIA Terus Berbenah, Tambah Kapasitas Parkir Pesawat

Redaksi LombokPost

Selama Ramadan Kota Praya Benderang

Redaksi LombokPost

Perempuan Harus Ikut Membangun Daerah

Redaksi LombokPost