Lombok Post
Metropolis

Etihad Mau Terbang ke Lombok

delegasi
KABAR GEMBIRA:Dubes Ri untuk UES Husin Bagis (tengah),foto bersama wakil ketua DPRD NTB TGH Mahally Fikri dan H Abdul Hadi bersama Kadisbudpar NTB HL Moh.Faozal saat menjamu delegasi NTB di Abu Dhabi,Kemarin,waktu UEA.

MATARAM – Etihad Airways, salah satu maskapai penerbangan berpengaruh di Timur Tengah, diam-diam tengah menjajaki pembukaan rute penerbangan ke Lombok. Maskapai yang berbasis di Abu Dhabi itu ngebet ingin melayani rute ke pulau yang merupakan destinasi halal terbaik dunia ini.

Rencana maskapai yang berdiri pada Juli 2003 itu disampaikan langsung Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Husin Bagis, dalam pertemuan dengan delegasi NTB yang memenuhi undangan Kedubes RI UEA. Delegasi NTB diminta ke UEA untuk pertemuan bisnis antara tour operator dan pelaku industri pariwisata NTB dengan para pengusaha pariwisata dan investor Uni Emirat Arab, di Abu Dhabi, kemarin waktu setempat.

Delegasi NTB dalam pertemuan itu dipimpin dua Wakil Ketua DPRD NTB TGH Mahally Fikri dan H Abdul Hadi dan juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB HL Mohammad Faozal. Sejumlah tour operator dan pelaku pariwisata NTB turut serta.

Melalui sambungan telepon tadi malam, Kadisbudpar NTB HL Mohammad Faozal mengatakan, sebelum menerima delegasi dari NTB, Dubes Husin Bagis telah menggelar pertemuan terlebih dahulu dengan CEO Etihad Airways, Peter Baumgartner. Dan dalam pertemuan itulah, rencana Etihad untuk menjajaki penerbangan ke Lombok disampaikan.

Untuk tahap awal, rencananya, penerbangan dari Uni Emirat Arab akan dilakukan Etihad dengan transit terlebih dahulu di Kuala Lumpur, Malaysia. Untuk kemudian perjalanan penerbangan dilanjutkan ke Lombok International Airport.

Belum diketahui, berapa frekuensi penerbangan dalam sehari. Dan juga kapan persisnya penerbangan ini akan bisa direalisasikan. Namun kata Faozal, jika tak ada aral melintang, pada pekan depan, Dubes Husin akan kembali menggelar pertemuan dengan para petinggi Etihad Airways terkait rencana pembukaan rute yang lebih teknis lagi.

Faozal sendiri menegaskan, pihaknya menyambut baik rencana Etihad yang hendak melayani penerbangan dari Timur Tengah ke Lombok. Sedari awal, Pemprov NTB memang terus mengupayakan adanya poros Timur Tengah ke Lombok. Sebelumnya, penerbangan telah dijajaki dengan maskapai milik UEA lainnya Emirates.

Dikatakan, Uni Emirat Arab, dengan Abu Dhabi dan Dubai, adalah hub di Timur Tengah. Sebagai hub, negara ini menjadi tujuan jutaan turis mancanegara dan kawasan Timur Tengah. Dan dari sana, kemudian mereka bertolak dan menyebar ke negara yang hendak dituju.

Selain itu, Timur Tengah adalah juga pasar wisata yang tengah dibidik oleh NTB saat ini. Hal ini menyusul posisi NTB yang telah ditetapkan sebagai Desinasi Pariwisata Halal kelas dunia.

Selain itu kata Faozal, pasar wisata halal saat ini sangat besar. Laporan Dinar Standar mengungkapkan, secara global belanja Muslim untuk wisata halal pada 2012 sebesar USD 137 miliar. Angka ituA�pada 2018A�diperkirakan akan naik menjadi USD 181 miliar.\

Mengutip data Pew Research Center Forum on Religion and Public Life, populasi Muslim dunia saat ini bertambah dari 1,6 miliar menjadi sekitar 2,2 miliar dari total penduduk dunia di tahun 2030. Segmen wisata Muslim memiliki nilai USD 145 miliar dengan jumlah 108 juta wisatawan Muslim.

a�?Angka tersebut diprediksi akan naik menjadi 150 juta tahun 2020 dengan nilai pasar USD 200 miliar dolar AS,a�? kata Faozal.

Di sisi lain, dia mengatakan, wisatawan Timur Tengah terkenal royal dalam menghabiskan dananya untuk berwisata. Menurut Faozal, belanja wisatawan asal UEA paling besar mencapai USD 1.700 dolar per orang atau setara dengan Rp 22,1 juta. Disusul Arab Saudi sekitar USD 1.500 dolar atau setara Rp 19,5 juta. Sementara, rata-rata pengeluaran wisatawan dari Timur Tengah 1.200 dolar AS atau setara Rp 15,6 juta setiap orang.

Rencananya, hari ini, delegasi NTB akan menggelar ramah tamah dengan para investor Uni Emirat Arab. Sementara para pelaku pariwisata NTB, akan menggelar pertemuan business to business di Emirat Palace dengan para pelaku pariwisata di Timur Tengah. (kus/r8)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost