Bima - Dompu

Pembunuh Kades Rato Langsung Di Tangkap

BIMA a�� Polres Bima Kabupaten layak diacungi dua jempol. Kurang dari 12 jam mereka berhasil meringkus pelaku pembunuhan Kepala Desa Rato Mansyur. Mansyur dibunuh pada Selasa (25/10) sore pukul 16:30 Wita. Sementara pelaku SA, warga Parado Wane, ditangkap pada Rabu pukul 00:30 Wita.

Mansyur dibacok hingga tewas di bagian dada tepat di jembatan Desa Parado Wane. Akibat kasus tersebut, warga desa Parado Wane dan Rato sempat bersitegang.

Kabag Ops Polres Bima Kompol Muslih menjelaskan, pelaku pembacokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia sudah diamankan. Jumlah pelaku satu orang. SA ditangkap di Desa Parado Wane Kecamatan Parado.

Diakui Muslih, pelaku pembunuhanA� satu orang. Pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Jika terbukti ada keterlibatan pelaku lain, maka mereka akan ditetapkan sebagai tersangka juga. Sementara barang bukti yang diamankan sebilah parang.

“Penetapan satu tersangka ini berdasarkan fakta dan juga barang bukti yang kami amankan,” jelasnya di depan Mapolsek Parado, kemarin.

Terkait motif pembunuhan tersebut, Kabag Ops belum berani memastikan. Namun ia menduga ada kaitannya dengan dendam lama. Karena tahun sebelumnya pernah terjadi kasus pembunuhan dengan korban warga Desa Parado Wane dan pelaku warga Desa Rato.

Muslih mengimbau masyarakat dan keluarga korban agar bersabar. Serta mempercayakan proses hukum pada pihak kepolisian.

“Percayakan kami untuk menyelesaikan kasus ini, silakan dikawal,” pungkasnya.

Sementara itu, jenazah Kepala Desa Rato Mansyur, 53 tahun, langsung dimakamkan kemarin di pemakaman umumA� desa setempat.Usai pemakaman, ratusan warga Desa Parado Rato mendatangi Mapolsek setempat. Mereka meminta pihak kepolisian menangkap pelaku lain.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), warga mendapat kabar pelaku pembunuhan yang ditangkap hanya satu orang. Sementara sepengatahuan mereka pelaku pembunuhanA� lebih dari satu orang. Warga meminta pihak kepolisian bekerja profesional dan segera mengungkap motif pembunuhanA� tersebut.

Sebelumnya,A� warga berniat mendatangi rumah pelaku di Desa Parado Wane. Namun, dihadangA� sejumlah aparat kepolisian. Karena dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Warga juga meminta agar aksi mabuk-mabukan pemuda di sekitar desa tersebut ditindak tegas. Mereka menduga ada pembiaran oleh aparat kepolisian. Sehingga pesta miras bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Setelah diberikan penjelasan, akhirnya tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Rato mengajak warganya kembali. Mereka mempercayakan proses penanganan kasus itu pada pihak kepolisian. Kasus itu akan mereka kawal.

“Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas. Mari kita pulang,” ujar salah seorang tokoh agama Desa Rato. (yet/r4)

 

Related posts

Festival Rimpu Siap Pecahkan Rekor MURI

Iklan Lombok Post

Anak Kandung Tega Membunuh Bapaknya

Redaksi Lombok post

Nunggak Biaya Operasi, Sri Rahayu Depresi

Redaksi Lombok post