Lombok Post
Metropolis

Pendakian Rinjani Masih Ditutup

Kepala TNGR Agus Budi Santoso.DOK/LOMBOK POST

MATARAM-Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) hingga kemarin masih menutup jalur pendakian di Gunung Rinjani. Meski dampak erupsi sudah tidak ada, namun para pendaki dilarang keras untuk melakukan pendakian. Sebab status Gunung Rinjani masih waspada level II.

Kepala TNGR Agus Budi Santoso menjelaskan, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Pusat Vulkanologi Mitologi Bencana Geologi (PVMBG). Selama belum ada rekomendasi penurunan status waspada menjadi normal, pihaknya tidak berani membuka jalur pendakian. a�?Status itu yang memberikan adalah pusat vulkanologi, kita tidak boleh memberikan status normal atau tidak,a�? katanya.

Dengan status waspada ini, maka siapapun dilarang melakukan pendakian sampai situasi kembali normal. Terkait adanya desakan untuk membuka, Agus menjelaskan, sifat rekomendasi ini sama halnya dengan ketika terjadi mendung yang berpotensi hujan, kadang juga tidak terjadi hujan. Tapi kalau tiba-tiba hujan perlu diwaspadai. Demikian juga dengan status Rinjani saat ini, meski tidak ada letusan tapi bila dibuka kemudian terjadi letusan, maka akan membahayakan.

a�?Tolong dimengerti, ini semua demi keselamatan, siapa yang bisa jamin orang naik gunungnya tidak meletus,a�?A� kata Agus.

Tetapi jika pusat vulkanologi menyatakan aman, maka pihaknya pasti akan membuka. Untuk itu bagi para pendaki diminta bersabar. Meski demikian, selalu saja ada pendaki yang nekat ingin mendaki. Petugas di pintu pendakian sering melakukan penghadangan dan memberi tahukan kepada masyarakat bahwa situasi gunung sedang tidak aman. a�?Selalu ada tiap hari orang diminta tidak naik, kalau ada yang lolos mana saya tahu,a�? katanya.

Sementara, Petugas Vulkanologi di Pos Sembalun Mutaharlin menjelaskan, situasi Gunung Rinjani saat ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Sebab sekarang isi kantong magma gunung sangat sensitif terhadap gempa-gempa tektonik yang sering terjadi. a�?Apalagi sekarang banyak gempa lokal kita sudah mulai khawatir,a�? ujarnya.

Jika dulu, setelah letuasan dan situasi kembali normal, tapi saat ini tetap dalam radius 3 kilometer tidak boleh mendekat dari Gunung Barujari. Bahkan sekarang letusannya terjadi secara sporadis, situasi ini tentu sangat membahayakan bila pendaki mendekat. Meski tidak ada erupsi, namun aktivitas kegempaan masih terus terjadi. (ili/r7)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost