Lombok Post
Selong

2016, Lotim Kirim Empat Ribu TKW

Sekretaris Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (STT) Lotim, H Ridatul Yasa.

SELONG-Perempuan di Lombok Timur (Lotim) kerap menjadi sasaran para Calo TKI untuk mengeruk keuntungan. Bahkan banyak diantaranya terjerat menjadi TKI ilegal. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (STT) Lotim, H Ridatul Yasa.

a�?Tidak bisa kita pungkiri masih banyak TKI maupun TKW yang tidak melalui jalur resmi. Jumlahnya itu sangat banyak,a�? katanya saat ditemui di ruangannya kemarin (27/10).

Namun demikian, secara kasat mata ia mengaku praktek Calo TKI ilegal tak bisa disangsikan keberadaannya di Lotim. Salah satu contoh nyata yakni kasus Marniwati, istri dari Sahir warga asal Keruak yang diduga menjadi TKI lewat jalur ilegal. Marniwati saat ini sudah hilang selama lima bulan tanpa kabar. Ia diduga suaminya menjadi TKW lewat jalur ilegal karena tidak mendapat izin Sahir.

a�?Kalau lewat jalur resmi, mereka harus dapat izin dari suaminya untuk yang sudah berkeluarga. Tapi kalau yang belum berkeluarga harus dapat orang tua. Kalau tidak dapat izin, kemungkinan besar mereka lewat jalur ilegal, ,a�? kata Ridatul Yasa.

Dijelaskannya, saat ini jumlah TKI yang melalui jalur resmi asal Lotim per September mencapai Sembilan ribu orang. Dari jumlah tersebut 40-45 persen adalah TKW. Tahun sebelumnya ada 25 ribu TKI asal Lotim. Namun, tahun ini jumlah tersebut berkurang akibat ada moratorium pemberangkatan TKI ke negara Timur Tengah. a�?Makanya berkurang menjadi sekitar Sembilan ribu. Dengan empat ribu merupakan TKW,a�? bebernya.

Keberdaaan TKW ini dikatakan sebenarnya tidak menjadi masalah. Kehadiran mereka memberi dampak positif bagi dirinya sendiri maupun daerah. Meski juga diakui ada dampak negatifnya. a�?Mereka menjadi TKW tentu adala alasannya. Misalnya terhimpit masalah ekonomi, hutang hingga yang lainnya. Makanya jalan satu-satunya ya menjadi TKW. Kita lihat selama ini itu mampu memberi dampak yang baik terhadap ekonomi masyarakat,a�? jelasnya.

Hanya saja beberapa dampak negatif yang ditimbulkan diantaranya, timbulnya permasalahan keluarga hingga permasalah sosial. a�?Anak-anak kurang kasih sayang. Suami tidak terurus dan kerap nyeleweng ketika istrinya bekerja di luar negeri,a�? terangnya.

Terpisah, aktivis dari A�dari Lembaga pemberdayaan perempuan Bakti Mampu, Trisna mengatakan kondisi perempuan mengatakan kondisi banyaknya perempuan yang menjadi TKW ilegal di Lotim memang patut mendapat perhatian. Meski demikian ia menjelaskan ini tak dapat dikatakan sebagai human trafficking. Karena ia menilai itu adalah keinginan dari para perempuan itu sendiri. a�?Meskipun ia tak mendapat izin suaminya. Tapi kalau orang dewasa, ia sudah bisa berpikir sendiri. Jadi ia tahu apakah ia ditipu atau tidak. Beda lagi kalau yang jadi TKW itu anak-anak,a�? paparnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Banyak Formasi CPNS Tak Terisi

Redaksi LombokPost

Tua, Tapi Semangat Tetap Muda

Redaksi LombokPost

Empat Langkah Menangkal Hoax

Redaksi LombokPost

Sekda Lotim Lantik 81 PNS

Redaksi LombokPost

Ribuan Pelamar CPNS Berguguran

Redaksi LombokPost